Qonita, Nabila Wida Eka (2026) Evaluasi Kinerja Pencahayaan Alami Berbasis Simulasi Velux: Studi Kasus Desain Jendela pada Laboratorium dan Ruang Kelas Gedung Perkuliahan FPIK Undip. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text
Laporan Tugas Akhir_Nabila Wida.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text
COVER TA_Nabila Wida.pdf - Published Version Download (961kB) |
|
|
Text
BAB I_Nabila Wida.pdf - Published Version Download (98kB) |
|
|
Text
BAB II_Nabila Wida.pdf - Published Version Download (380kB) |
|
|
Text
BAB III_Nabila Wida.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (740kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB IV_Nabila Wida.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text
BAB V_Nabila Wida.pdf - Published Version Download (378kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA_Nabila Wida.pdf - Published Version Download (70kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN_Nabila Wida.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (14MB) | Request a copy |
Abstract
Pencahayaan alami merupakan salah satu aspek penting dalam bangunan pendidikan karena berperan dalam mendukung kenyamanan visual dan aktivitas pengguna ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pencahayaan alami berdasarkan desain jendela pada Laboratorium Pengajaran Akuakultur H.102 dan Ruang Kelas G.206 Gedung Perkuliahan H Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi kasus evaluatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, pengukuran tingkat iluminasi menggunakan 4 in 1 Multifunction Environment Meter, serta simulasi dengan Velux Daylight Visualizer. pengukuran dilakukan pada tiga titik ukur utama (TUU) pada masing – masing ruang, yaitu area dekat jendela,bagian tengah ruang, dan bagian terdalam ruang. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa Laboratorium Pengajaran Akuakultur H.102 memiliki tingkat iluminasi sebesar 393 lux pada TUU 1, 46 lux pada TUU 2, dan 26 lux pada TUU 3, sedangkan Ruang Kelas G.206 memiliki tingkat iluminasi sebesar 754 lux pada TUU 1, 69 lux pada TUU 2, dan 34 lux pada TUU 3. Berdasarkan SNI 6197:2011, kebutuhan pencahayaan ruang kelas sebesar 350 lux dan laboratorium sebesar 500 lux, sehingga kondisi eksisting belum memenuhi kebutuhan pencahayaan secara menyeluruh. Hasil simulasi Velux menunjukkan bahwa cahaya alami pada kondisi eksisting lebih terkonsentrasi di sekitar bukaan dan menurun pada area yang semakin jauh dari jendela. Perubahan desain melalui pelepasan sun shading dan perbesaran bukaan meningkatkan masuknya cahaya alami ke dalam ruang, meskipu distribusinya belum merata. Rekomendasi yang dihasilkan berupa pengembangan bukaan dengan sistem jendela geser untuk meningkatkan efektivitas pencahayaan alami.
Kata kunci: pencahayaan alami, desain jendela, Velux Daylight Visualizer, iluminasi,
bangunan Pendidikan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: pencahayaan alami, desain jendela, Velux Daylight Visualizer, iluminasi, bangunan Pendidikan. |
| Subjects: | Engineering > Architecture Engineering |
| Divisions: | School of Vocation > Diploma in Architecture |
| Depositing User: | Oktavia Perpus Vokasi |
| Date Deposited: | 30 Sep 2026 03:49 |
| Last Modified: | 30 Sep 2026 03:49 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/62259 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
