Search for collections on Undip Repository

Sanggar Pegayon sebagai Wujud Adaptasi dan Eksistensi Orang Gayo di Jakarta

AYUSTIN, HANIFA (2026) Sanggar Pegayon sebagai Wujud Adaptasi dan Eksistensi Orang Gayo di Jakarta. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.

[thumbnail of SA698 HANIFA AYUSTIN_13040221130050 OK_1.pdf] Text
SA698 HANIFA AYUSTIN_13040221130050 OK_1.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of SA698 HANIFA AYUSTIN_13040221130050 OK_2.pdf] Text
SA698 HANIFA AYUSTIN_13040221130050 OK_2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of SA698 HANIFA AYUSTIN_13040221130050 OK_3.pdf] Text
SA698 HANIFA AYUSTIN_13040221130050 OK_3.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of SA698 HANIFA AYUSTIN_13040221130050 OK_4.pdf] Text
SA698 HANIFA AYUSTIN_13040221130050 OK_4.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of SA698 HANIFA AYUSTIN_13040221130050 OK.pdf] Text
SA698 HANIFA AYUSTIN_13040221130050 OK.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Sanggar Pegayon menjadi
wujud eksistensi orang Gayo di Jakarta dalam mempertahankan identitas dan
kebudayaan Gayo di tanah perantauan. Penelitian ini menggunakan teori AGIL
Talcott Parsons yang terdiri dari Adaptation, Goal Attainment, Integration, dan
Latency. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik observasi
dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sanggar Pegayon
tidak hanya menjadi wadah untuk melestarikan kesenian Didong dan Tari Guel,
tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat Gayo untuk mempertahankan identitas,
membangun solidaritas, serta mewariskan nilai dan kebudayaan Gayo kepada
generasi berikutnya. Solidaritas terlihat melalui kebersamaan, komunikasi,
musyawarah, saling membantu, dan kesediaan anggota untuk tetap berkumpul dan
berlatih di tengah kesibukan masing-masing. Dalam menjalankan perannya,
Sanggar Pegayon menghadapi berbagai tantangan seperti kesibukan anggota,
regenerasi, keterbatasan ruang pertunjukan, dan minimnya dukungan eksternal.
Meskipun demikian, Sanggar Pegayon terus beradaptasi dan melakukan inovasi
agar kebudayaan Gayo tetap hidup dan dikenal di Jakarta.
Kata kunci: Sanggar Pegayon, Eksistensi Orang Gayo,Perantau

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Sanggar Pegayon, Eksistensi Orang Gayo,Perantau
Subjects: Humanities
Divisions: Faculty of Humanities > Department of Social Anthroplogy
Depositing User: Mr Dwi Widaryanto FIB
Date Deposited: 17 Sep 2026 06:05
Last Modified: 17 Sep 2026 06:05
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/61335

Actions (login required)

View Item View Item