Search for collections on Undip Repository

KRITIK TERHADAP PARADIGMA ANTROPOSENTRISME DALAM NOVEL PEREMPUAN YANG MENUNGGU DI LORONG MENUJU LAUT KARYA DIAN PURNOMO: KAJIAN EKOKRITIK

Pasha, Damar Hisam Dwi (2026) KRITIK TERHADAP PARADIGMA ANTROPOSENTRISME DALAM NOVEL PEREMPUAN YANG MENUNGGU DI LORONG MENUJU LAUT KARYA DIAN PURNOMO: KAJIAN EKOKRITIK. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.

[thumbnail of SI2545 Damar Hisam Dwi Pasha 13010122130072 OK_1.pdf] Text
SI2545 Damar Hisam Dwi Pasha 13010122130072 OK_1.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of SI2545 Damar Hisam Dwi Pasha 13010122130072 OK_2.pdf] Text
SI2545 Damar Hisam Dwi Pasha 13010122130072 OK_2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of SI2545 Damar Hisam Dwi Pasha 13010122130072 OK_3.pdf] Text
SI2545 Damar Hisam Dwi Pasha 13010122130072 OK_3.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of SI2545 Damar Hisam Dwi Pasha 13010122130072 OK_4.pdf] Text
SI2545 Damar Hisam Dwi Pasha 13010122130072 OK_4.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of SI2545 Damar Hisam Dwi Pasha 13010122130072 OK.pdf] Text
SI2545 Damar Hisam Dwi Pasha 13010122130072 OK.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Novel Perempuan yang Menunggu di Lorong Menuju Laut karya Dian Purnomo
menghadirkan konflik pertambangan di Pulau Sangihe sebagai persoalan ekologis,
sosial, dan ideologis. Penelitian ini membahas peran novel sebagai bentuk advokasi
lingkungan melalui kritik terhadap paradigma antroposentrisme. Metode yang
digunakan adalah deskriptif-analitik dengan pendekatan strukturalisme dan
ekokritik Cheryll Glotfelty . Analisis struktural digunakan untuk membaca tema,
tokoh, alur, dan latar sebagai dasar pembentukan keberpihakan teks. Ekokritik
digunakan untuk mengungkap representasi lingkungan serta relasi manusia dan
kritik antroposentrisme dalam bentuk pola instrumentalistik dan egoistik dalam
praktik pertambangan, sekaligus untuk negosiasi nilai yang dibangun oleh teks.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur novel menempatkan konflik ekologis
antara masyarakat Sangihe dan perusahaan tambang sebagai pusat narasi. Shalom
dan Mirah menjadi tokoh yang membawa suara keberpihakan terhadap ruang hidup
masyarakat, sedangkan perusahaan tambang diposisikan sebagai kekuatan
antagonis yang mendorong eksploitasi. Lingkungan direpresentasikan sebagai
ruang hidup, sumber penghidupan, ruang konflik, dan korban kuasa ekstraktif.
Relasi manusia dan alam tampak dalam pola eksploitatif, dependen, konfliktual,
dan harmonis. Kritik terhadap antroposentrisme dibangun melalui pembongkaran
logika pembangunan modern yang bertumpu pada izin, investasi, legalitas, dan
kemakmuran ekonomi. Novel kemudian menegosiasikan logika tersebut dengan
pandangan ekologis masyarakat Sangihe yang memaknai tanah, laut, air, dan adat
sebagai dasar keberlanjutan hidup.
Kata kunci: ekokritik, antroposentrisme, Sangihe, pertambangan, Dian Purnomo.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: ekokritik, antroposentrisme, Sangihe, pertambangan, Dian Purnomo
Subjects: Humanities
Divisions: Faculty of Humanities > Department of Indonesian Literature
Depositing User: Mr Dwi Widaryanto FIB
Date Deposited: 16 Sep 2026 05:51
Last Modified: 16 Sep 2026 05:51
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/61205

Actions (login required)

View Item View Item