Gultom, Theodoric Calderon and Kismartini, Kismartini (2026) PROSES KEMITRAAN DINAS PERHUBUNGAN DENGAN PT. MASS RAPID TRANSPORTATION (MRT) DALAM PENYELENGGARAAN TRANSPORTASI PUBLIK DI JAKARTA. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
Theodoric Calderon Gultom_14020122140153_Cover.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
|
|
Text
Theodoric Calderon Gultom_14020122140153_BAB1.pdf - Submitted Version Download (1MB) |
|
|
Text
Theodoric Calderon Gultom_14020122140153_BAB2.pdf - Submitted Version Download (1MB) |
|
|
Text
Theodoric Calderon Gultom_14020122140153_BAB3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (974kB) |
|
|
Text
Theodoric Calderon Gultom_14020122140153_BAB4.pdf - Submitted Version Download (726kB) |
|
|
Text
Theodoric Calderon Gultom_14020122140153_DaftarPustaka.pdf - Submitted Version Download (751kB) |
|
|
Text
Theodoric Calderon Gultom_14020122140153_Lampiran.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (6MB) |
Abstract
Kemitraan antara Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta dan PT MRT Jakarta
merupakan instrumen strategis dalam penyelenggaraan transportasi publik untuk
mengatasi kemacetan dan mendorong mobilitas perkotaan yang berkelanjutan.
Namun, evaluasi kemitraan periode 2021–2024 menunjukkan bahwa peningkatan
jumlah penumpang MRT belum sepenuhnya diikuti oleh penurunan kemacetan,
mengindikasikan adanya persoalan dalam proses kemitraan itu sendiri. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis proses kemitraan antara kedua lembaga tersebut
serta faktor-faktor yang memengaruhi efektivitasnya, dengan menggunakan
perspektif collaborative governance dan partnership model. Penelitian
menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam,
observasi, dan studi dokumentasi, dengan informan dari Dinas Perhubungan, PT
MRT Jakarta, dan pengguna layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari
lima dimensi genuine partnership, empat dimensi—pembagian peran dan tanggung
jawab, komitmen kemitraan, kepercayaan, dan organizational identity—telah
berjalan baik, sementara dimensi mutuality menunjukkan pola relasi penugasan
antara regulator dan operator, bukan kemitraan yang setara secara horizontal,
sehingga membentuk kemitraan asimetris yang fungsional (functional asymmetric
partnership). Keempat faktor yang dianalisis—pembagian sumber daya,
pembagian risiko, asymmetric partnership, dan ketergantungan pendanaan—justru
menjadi faktor pendukung efektivitas kemitraan, meskipun ditemukan trade-off
antara akuntabilitas dan fleksibilitas organisasi. Penelitian ini merekomendasikan
perluasan ruang partisipasi PT MRT Jakarta dalam perumusan kebijakan strategis
serta penyederhanaan mekanisme verifikasi anggaran tanpa mengurangi
akuntabilitas.
Kata Kunci: kemitraan, collaborative governance, partnership model, transportasi
publik, MRT Jakarta
No.192 Administrasi Publik 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Public Administration |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 15 Sep 2026 08:33 |
| Last Modified: | 15 Sep 2026 08:33 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/61140 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
