Search for collections on Undip Repository

PRAKTIK AGENSI DAN PEMAKNAAN PRAKTIK CIAM SI PADA ETNIS TIONGHOA: STUDI KASUS PADA UMAT KLENTENG GRAJEN, KOTA SEMARANG

Awalia, Asmara Melati (2026) PRAKTIK AGENSI DAN PEMAKNAAN PRAKTIK CIAM SI PADA ETNIS TIONGHOA: STUDI KASUS PADA UMAT KLENTENG GRAJEN, KOTA SEMARANG. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.

[thumbnail of SA684 Skripsi Asmara Melati Awalia_13040222140090 OK_1.pdf] Text
SA684 Skripsi Asmara Melati Awalia_13040222140090 OK_1.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of SA684 Skripsi Asmara Melati Awalia_13040222140090 OK_2.pdf] Text
SA684 Skripsi Asmara Melati Awalia_13040222140090 OK_2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of SA684 Skripsi Asmara Melati Awalia_13040222140090 OK_3.pdf] Text
SA684 Skripsi Asmara Melati Awalia_13040222140090 OK_3.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of SA684 Skripsi Asmara Melati Awalia_13040222140090 OK_4.pdf] Text
SA684 Skripsi Asmara Melati Awalia_13040222140090 OK_4.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of SA684 Skripsi Asmara Melati Awalia_13040222140090 OK.pdf] Text
SA684 Skripsi Asmara Melati Awalia_13040222140090 OK.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Praktik Ciam Si merupakan salah satu praktik keagamaan yang ada di Klenteng
Grajen, Kota Semarang. Praktik ini dimaknai sebagai bagian dari kehidupan
spiritual sekaligus sarana memperoleh petunjuk dalam menghadapi berbagai
persoalan kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemaknaan praktik
Ciam Si pada etnis Tionghoa di Klenteng Grajen serta menganalisis peran agensi
dalam praktik tersebut terhadap pembentukan Ethical Self, sikap, dan orientasi diri
berdasarkan perspektif Saba Mahmood. Penelitian ini menggunakan metode
kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data yang diperoleh melalui observasi
partispan, indepth interview, dan dokumentasi. Kemudian dianalisis dilakukan
melalui tahapan reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa Ciam Si dimaknai sebagai praktik spiritual yang
sakral, media komunikasi dengan Kongco, serta sarana memperoleh petunjuk dalam
menghadapi ketidakpastian hidup. Agensi terlihat melalui kesadaran umat dalam
menjalankan praktik Ciam Si berdasarkan keakinan yang dimiliki, sedangkan
Ethical Self terbentuk melalui sukap hormat, kehati-hatian, kesungguhan, dan
refleksi diri yang berkembang selama menjalankan praktik tersebut. Dengan
demikian, praktik Ciam Si tidak hanya menjadi sarana memperoleh petunjuk
spiritual, tetapi juga berperan dalam membentuk cara etnis Tionghoa memaknai diri
dan menjalani kehidupan sehari-hari sesuai dengan nilai-nilai yang diyakini.
Kata Kunci: Makna, Ciam Si, Etnis Tionghoa.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Makna, Ciam Si, Etnis Tionghoa.
Subjects: Humanities
Divisions: Faculty of Humanities > Department of Social Anthroplogy
Depositing User: Mr Dwi Widaryanto FIB
Date Deposited: 03 Sep 2026 05:16
Last Modified: 03 Sep 2026 05:16
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/60449

Actions (login required)

View Item View Item