Salsabila, Anggita (2026) HOAKS DI RUANG DIGITAL: KERENTANAN PENGGUNA TIKTOK TERHADAP KONTEN BERBASIS AI. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.
|
Text
SA689 ANGGITA SALSABILA_13040222140146_ SKRIPSI OK_1.pdf Download (8MB) |
|
|
Text
SA689 ANGGITA SALSABILA_13040222140146_ SKRIPSI OK_2.pdf Download (6MB) |
|
|
Text
SA689 ANGGITA SALSABILA_13040222140146_ SKRIPSI OK_3.pdf Download (8MB) |
|
|
Text
SA689 ANGGITA SALSABILA_13040222140146_ SKRIPSI OK_4.pdf Restricted to Repository staff only Download (8MB) |
Abstract
Kehadiran Artificial Intelligence (AI) yang semakin hari terus mengalami
perkembangan hingga mampu menciptakan konten digital yang dibuat semirip
mungkin seperti sesuatu yang nyata mengakibatkan munculnya tantangan baru
bagi masyarakat di Indonesia. Tantangan baru tersebut adalah maraknya konten
hoaks yang tersebar di berbagai media sosial, salah satunya melalui platform
TikTok yang memiliki sistem algoritma yang mengatur segala konten yang
ditampilkan dalam beranda kepada penggunanya. Konten-konten yang dihasilkan
AI ini mengutamakan kualitas visual dan audio yang mulus sehingga akan sulit
untuk dibedakan oleh penggunanya dengan konten asli. Untuk itu penelitian ini
dilakukan dengan tujuan dapat memahami pengalaman yang dirasakan oleh
pengguna TikTok terhadap konten hoaks berbasis AI dalam kehidupan sehari-hari
serta menguraikan terbentuknya kerentanan pada pengguna melalui praktik
bermedia sosial dan pengaruh algoritma platform. Pendekatan kualitatif dengan
metode fenomenologi akan digunakan untuk menganalisis secara mendalam
terhadap bagaimana pengalaman setiap informan terhadap keberadaan konten
hoaks AI dalam kesehariannya. Hasil penelitian secara signifikan menunjukkan
bahwa terbentuknya kerentanan yang dialami oleh ketiga informan terhadap
konten hoaks AI muncul bergantung pada situasi tertentu dalam aktivitas
penggunaan TikTok sehari-hari. Konten AI dilihat ketika informan sebagai
pengguna sedang beristirahat, mencari hiburan, dan mengisi mengisi waktu luang,
sementara itu karakteristik audiovisual yang terlihat meyakinkan dapat
mempengaruhi cara informan dalam mengidentifikasi dan menilai konten yang
ditemuinya. Dalam kondisi tertentu, pengguna tidak melakukan pengecekan
secara langsung terhadap informasi yang dilihat, meskipun peluang untuk
berdiskusi dengan orang lain dapat menggerakkan untuk melakukan proses
verifikasi. Melalui perspektif Situated Everyday Experience yang dikemukakan
oleh Sarah Pink, ditemukan bahwa kerentanan pengguna terhadap konten AI dapat
terwujud dengan proses keterjalinan antara praktik penggunaan media sosial,
pengalaman sensorik, ruang sebagai tempat mengakses platform, dan mekanisme
sistem algoritma platform. Oleh karena itu, perlu dipahami terbentuknya
kerentanan bagi pengguna tidak hanya karena ketidakmampuan dalam melakukan
pengecekan terhadap informasi yang dilihat, tetapi juga dipengaruhi oleh
pengalaman sehari-hari pengguna yang erat kaitannya dengan sistem algoritma
TikTok.
Kata Kunci: Hoaks AI, algoritma, kerentanan, pengalaman keseharian, praktik
bermedia sosial.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hoaks AI, algoritma, kerentanan, pengalaman keseharian, praktik bermedia sosial. |
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Social Anthroplogy |
| Depositing User: | Mr Dwi Widaryanto FIB |
| Date Deposited: | 03 Sep 2026 04:16 |
| Last Modified: | 03 Sep 2026 04:16 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/60438 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
