Chika Savitri, Mazaya (2026) PENGALAMAN POLITIK ISTRI PEJABAT. Masters thesis, Faculty of Social and Political Sciences, Diponegoro University.
|
Text
Cover 0.pdf - Published Version Download (661kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf - Published Version Download (556kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf - Published Version Download (914kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf - Published Version Download (249kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf - Published Version Download (266kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf - Published Version Download (160kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (153kB) |
|
|
Text
Lampiran.pdf - Published Version Download (259kB) |
Abstract
Penelitian ini mengeksplorasi pengalaman politik istri pejabat yang sering kali hanya
dipandang sebagai pendamping simbolik di ruang publik. Secara khusus, studi ini
bertujuan untuk memahami narasi transformasi peran dan pengalaman politik nonformal
dari tiga figur istri kepala daerah di Jawa Tengah, yaitu Ibu Krisseptiana, Ibu
Listyati Purnama Rusdiana, dan Ibu Inggit Soraya. Melalui posisi fungsional otomatis
seperti Ketua TP PKK, Dekranasda, dan Bunda PAUD, para istri pejabat ini sebenarnya
memiliki ruang agensi politik dan pelibatan sosial yang substansial.
Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan Analisis Naratif Tzvetan Todorov
untuk membedah struktur pengalaman para informan. Proses analisis dipetakan ke
dalam lima tahapan naratif, yaitu: equilibrium, disruption, recognition of disruption,
attempt to repair, dan new equilibrium. Selain itu, model Encoding-Decoding Stuart
Hall digunakan sebagai perangkat bantu untuk mengategorikan frameworks of
knowledge, relations of production, dan technical infrastructure dari hasil wawancara
mendalam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa transisi dari ruang domestik-profesional menuju
panggung publik menghadirkan dinamika komunikasi yang kompleks. Para informan
menghadapi disruption berupa keterbatasan waktu bersama keluarga, tuntutan
performativitas ruang publik (self-monitoring), beban emosional (emotional labor),
hingga dilema regulatif bagi yang berstatus ASN. Keseimbangan baru (new
equilibrium) dicapai melalui proses adaptasi learning by doing, penentuan batasan
komunikasi yang tegas, serta pemanfaatan forum strategis untuk melahirkan inovasi
sosial. Pada akhirnya, penelitian ini menegaskan bahwa istri pejabat bukan sekadar
ornamen politik suami, melainkan aktor politik non-formal substantif yang memiliki
legitimasi moral dan agensi politik mandiri di masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Master Program in Communication Science |
| Depositing User: | Soleh MIKOM |
| Date Deposited: | 31 Aug 2026 02:25 |
| Last Modified: | 31 Aug 2026 02:25 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/60212 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
