Puspita, Yuhana (2026) DEFAMASI DALAM UJARAN NETIZEN TERHADAP PERNYATAAN KONTROVERSIAL ANGGOTA DPR TENTANG KENAIKAN TUNJANGAN DPR 2025 DI MEDIA SOSIAL (Kajian Linguistik Forensik). Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.
|
Text
SI2540 Yuhana Puspita 13010122120021 OK_1.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
SI2540 Yuhana Puspita 13010122120021 OK_2.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
SI2540 Yuhana Puspita 13010122120021 OK_3.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
SI2540 Yuhana Puspita 13010122120021 OK_4.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
SI2540 Yuhana Puspita 13010122120021 OK.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Puspita, Yuhana. (2026). Defamasi dalam Ujaran Netizen terhadap Pernyataan
Kontroversial Anggota DPR tentang Kenaikan Tunjangan DPR 2025 di Media
Sosial (Kajian Linguistik Forensik). Skripsi (S-1) Fakultas Ilmu Budaya,
Universitas Diponegoro, Semarang. Dosen Pembimbing: Dr. Drs. M. Suryadi,
M.Hum.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kategori dan diksi defamasi dalam
ujaran netizen terhadap pernyataan kontroversial anggota DPR tentang kenaikan
tunjangan DPR tahun 2025 di media sosial. Penelitian ini menggunakan metode
deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa ujaran netizen yang diperoleh dari
platform X (Twitter), Instagram, dan TikTok. Pengumpulan data dilakukan
menggunakan metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap (SBLC),
dokumentasi, dan catat. Analisis data menggunakan metode padan referensial.
Penelitian ini menggunakan kajian linguistik forensik yang berfokus pada
penggunaan bahasa yang diduga mengandung defamasi serta memanfaatkan teori
diksi untuk mengidentifikasi pilihan kata yang digunakan dalam ujaran netizen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan tiga kategori defamasi, yaitu
pencemaran nama baik, fitnah, dan penghinaan. Ketiga kategori tersebut
diwujudkan melalui ujaran yang mengandung pelabelan, tuduhan, makian, maupun
penilaian negatif terhadap sasaran ujaran. Selain itu, ditemukan tiga bentuk diksi
yang mengandung defamasi, yaitu diksi slang, abstrak, dan konkret. Hasil analisis
menunjukkan bahwa penggunaan diksi slang, abstrak, dan konkret dapat
membentuk atau memperkuat indikasi defamasi berdasarkan makna, sasaran, dan
konteks keseluruhan ujaran.
Kata kunci: defamasi, diksi, linguistik forensik, media sosial, ujaran netizen.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | defamasi, diksi, linguistik forensik, media sosial, ujaran netizen. |
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Indonesian Literature |
| Depositing User: | Mr Dwi Widaryanto FIB |
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 03:45 |
| Last Modified: | 27 Aug 2026 03:45 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/60049 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
