Della Alveina, Fabiola and Dwiningtyas, Hapsari (2026) Pemaknaan Anak – Anak Terhadap Anxiety Pada Film Inside Out 2. Masters thesis, Universitas Diponegoro Semarang.
|
Text
Cover 0.pdf - Published Version Download (911kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf - Published Version Download (828kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf - Published Version Download (662kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf - Updated Version Download (764kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf - Published Version Download (585kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka Fabiola.pdf - Published Version Download (575kB) |
|
|
Text
Lampiran Fabiola.pdf - Published Version Download (1MB) |
Abstract
Kecemasan adalah salah satu perasaan yang dimiliki manusia pada semua usia, tetapi belum bisa dikelola dengan baik pada usia anak – anak dan remaja. Pengalaman diperlukan untuk mengelola perasaan kecemasan menjadi hal yang positif. Film menjadi media yang tepat untuk mengedukasi anak – anak dan remaja untuk lebih memahami dirinya sendiri, termasuk perasaan kecemasan. Inside Out 2 menyajikan pengalaman Riley, seorang tokoh dalam usia pra remaja, dalam mengelola perasaan kecemasannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keberhasilan dan kegagalan rantai fantasi yang terbetuk antara pemaknaan kecemasan dalam film dengan pemaknaan kecemasan dari sudut pandang anak – anak. Teori yang digunakan untuk menelaah fenomena ini adalah Teori Konvergensi Simbolik dan Anxiety Theory. Peneliti menggunakan metode Fantasy Theme Analysis (FTA), yang menekankan pemahaman makna dari masing – masing individu, dan bersifat kualitatif interpretif. Peneliti menggunakan wawancara mendalam (indepth interview) untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tema fantasi yang terjadi adalah: overthinking, penerimaan diri, dan tekanan mental. Keberhasilan rantai fantasi yang terjadi adalah pemaknaan penerimaan diri, yaitu keinginan Informan III untuk merubah dirinya menjadi sosok yang baru sama seperti Riley, serta semua informan merasakan kemiripan dengan karakter dalam film. Kecemasan juga meliputi pemikiran para informan, yaitu cemas saat menunggu giliran perform, cemas dimarahi orangtua, cemas mendapatkan nilai buruk saat ujian, dan cemas diculik. Sedangkan kegagalan rantai fantasi yang terjadi yaitu informan menyatakan film ini membosankan, alur cerita yang tidak sesuai ekspektasi, mereka tidak sepenuhnya memahami inti dari film, dan segmentasi penonton yang belum sesuai. Sehingga kesimpulan yang didapatkan adalah dalam penelitian ini berhasil terjadi konvergensi simbolik.
Kata Kunci: Kecemasan, Inside Out 2, Analisis Tema Fantasi, Anak – anak.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Master Program in Communication Science |
| Depositing User: | Soleh MIKOM |
| Date Deposited: | 20 Aug 2026 03:36 |
| Last Modified: | 20 Aug 2026 03:36 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/59587 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
