Asyam, Muhammad Zahid (2026) PERAN KELEMBAGAAN DALAM PROGRAM PEREMAJAAN SAWIT RAKYAT (Studi pada KUD Citra Sawit Mandiri). Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.
|
Text
SA630 Muhammad Zahid Asyam-13040222140131_1.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
SA630 Muhammad Zahid Asyam-13040222140131_2.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
SA630 Muhammad Zahid Asyam-13040222140131_3.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
SA630 Muhammad Zahid Asyam-13040222140131_4.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
SA630 Muhammad Zahid Asyam-13040222140131 OK.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) merupakan kebijakan strategis
pemerintah dalam meningkatkan produktivitas kelapa sawit rakyat yang telah
memasuki usia tidak produktif. Namun, keberhasilan program ini tidak hanya
ditentukan oleh aspek teknis, melainkan juga oleh dinamika sosial dan kelembagaan
yang melibatkan berbagai aktor. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran
kelembagaan, khususnya Koperasi Unit Desa (KUD) Citra Sawit Mandiri, dalam
pelaksanaan PSR serta menganalisis jaringan komunikasi antar aktor yang terlibat.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi, melalui
teknik observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data
dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman serta pendekatan
Actor Network Theory (ANT) dari Bruno Latour. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa KUD Citra Sawit Mandiri memiliki peran strategis sebagai penghubung
antara petani plasma, perusahaan inti, dan pemerintah dalam pelaksanaan PSR.
KUD tidak hanya berfungsi secara administratif, tetapi juga sebagai ruang sosial
yang memfasilitasi komunikasi, koordinasi, dan negosiasi antar aktor. Jaringan
komunikasi yang terbentuk dalam PSR melibatkan aktor manusia dan non-manusia
yang saling berinteraksi dan memengaruhi jalannya program. Keberhasilan PSR
sangat bergantung pada stabilitas hubungan, kepercayaan, serta efektivitas
komunikasi antar aktor dalam jaringan tersebut. Hambatan dalam pelaksanaan PSR
umumnya terjadi akibat gangguan dalam alur komunikasi, ketidakseimbangan
informasi, serta lemahnya kapasitas kelembagaan. Penelitian ini menyimpulkan
bahwa PSR merupakan fenomena sosial yang kompleks, di mana keberhasilannya
ditentukan oleh kekuatan jaringan komunikasi dan peran kelembagaan yang
berjalan secara sinergis. Oleh karena itu, penguatan kapasitas KUD dan
peningkatan koordinasi antar aktor menjadi kunci dalam mendukung keberhasilan
program PSR secara berkelanjutan.
Kata kunci: Peremajaan Sawit Rakyat, Kelembagaan, KUD, Jaringan Komunikasi,
Actor Network Theory
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Peremajaan Sawit Rakyat, Kelembagaan, KUD, Jaringan Komunikasi, Actor Network Theory |
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Social Anthroplogy |
| Depositing User: | Mr Dwi Widaryanto FIB |
| Date Deposited: | 07 Aug 2026 06:11 |
| Last Modified: | 07 Aug 2026 06:11 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/58745 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
