Afiani, Regita Nur (2026) Rancang Bangun Test Bed Dehumidifier. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text
Laporan TA_Regita Nur Afiani_4004022265003_RPM.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (9MB) | Request a copy |
|
|
Text
COVER (8).pdf - Published Version Download (746kB) |
|
|
Text
BAB 1 (5).pdf - Published Version Download (384kB) |
|
|
Text
BAB 2 .pdf - Published Version Download (754kB) |
|
|
Text
BAB 3 (4).pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 4 (7).pdf - Published Version Download (2MB) |
|
|
Text
BAB 5 (4).pdf - Published Version Download (151kB) |
|
|
Text
DAFPUS (3).pdf - Published Version Download (174kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN (8).pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (5MB) | Request a copy |
Abstract
Indonesia sebagai negara beriklim tropis memiliki tingkat kelembapan udara yang tinggi sehingga diperlukan sistem dehumidifikasi yang efektif dan efisien. Salah satu teknologi yang dapat digunakan adalah desiccant dehumidifier yang memanfaatkan silica gel biru sebagai material penyerap uap air. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun test bed dehumidifier berbasis rotating desiccant wheel dengan heater sebagai sumber panas regenerasi serta menganalisis pengaruh temperatur regenerasi terhadap kinerja sistem. Penelitian menggunakan metode eksperimen melalui tahapan perancangan, fabrikasi, pengujian, dan evaluasi kinerja alat. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pengujian pada set point temperatur regenerasi 40°C, 45°C, 50°C, 55°C, 60°C, dan 65°C dengan interval pengambilan data setiap 3 menit. Data dianalisis melalui perhitungan penurunan kelembapan absolut, Moisture Removal Capacity (MRC), Moisture Regeneration Rate (MRR), efektivitas dehumidifikasi, Dehumidification Coefficient of Performance (DCOP), Specific Energy Consumption (SEC), dan konsumsi daya heater. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan temperatur regenerasi menyebabkan penurunan kelembapan absolut menurun dari 0,0033 kg/kg menjadi 0,0019 kg/kg, MRC menurun dari 0,0009224 kg/s menjadi 0,0005392 kg/s, efektivitas dehumidifikasi menurun dari 17,33% menjadi 9,95%, dan DCOP menurun dari 17,34 menjadi 1,82. Sebaliknya, MRR meningkat dari 0,00010 kg/s menjadi 0,00020 kg/s, sedangkan SEC meningkat dari 151,8787 kJ/kg menjadi 1347,528 kJ/kg dan konsumsi daya heater meningkat dari 0,1285 kW menjadi 0,7150 kW. Berdasarkan hasil analisis, temperatur regenerasi pada set point 40°C merupakan kondisi operasi yang paling optimal pada rentang 40 – 65°C karena memberikan keseimbangan terbaik antara kapasitas adsorpsi dan efektivitas dehumidifikasi dibandingkan temperatur regenerasi lainnya.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | dehumidifier, desiccant wheel, silica gel biru, temperatur regenerasi, kinerja sistem |
| Subjects: | Engineering |
| Divisions: | School of Vocation > Diploma in Mechanical Engineering |
| Depositing User: | Oktavia Perpus Vokasi |
| Date Deposited: | 05 Aug 2026 07:07 |
| Last Modified: | 05 Aug 2026 07:07 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/58568 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
