Search for collections on Undip Repository

PRODUKSI MODAL SIMBOLIK NEGARA: SYMBOLIC VIOLENCE DALAM PEMAKNAAN PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG) OLEH WALI MURID SDN TEMBALANG

Suwardi, Muhammad Syauqi (2026) PRODUKSI MODAL SIMBOLIK NEGARA: SYMBOLIC VIOLENCE DALAM PEMAKNAAN PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG) OLEH WALI MURID SDN TEMBALANG. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.

[thumbnail of SA628 Muhammmad Syauqi Suwardi 13040222130044 OK_1.pdf] Text
SA628 Muhammmad Syauqi Suwardi 13040222130044 OK_1.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of SA628 Muhammmad Syauqi Suwardi 13040222130044 OK_2.pdf] Text
SA628 Muhammmad Syauqi Suwardi 13040222130044 OK_2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of SA628 Muhammmad Syauqi Suwardi 13040222130044 OK_3.pdf] Text
SA628 Muhammmad Syauqi Suwardi 13040222130044 OK_3.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of SA628 Muhammmad Syauqi Suwardi 13040222130044 OK_4.pdf] Text
SA628 Muhammmad Syauqi Suwardi 13040222130044 OK_4.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of SA628 Muhammmad Syauqi Suwardi 13040222130044 OK.pdf] Text
SA628 Muhammmad Syauqi Suwardi 13040222130044 OK.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Sejatinya, program bantuan sosial tidak sekadar berfungsi sebagai instrumen
distribusi sumber daya material belaka, melainkan bisa menjadi arena yang
memproduksi makna sosial terkait kehadiran negara. Pembentukan makna ini
menjadi krusial ketika intervensi negara bersentuhan langsung dengan ranah
domestik keluarga. Dalam konteks ini, Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
dipahami sebagai media interaksi yang secara langsung membentuk persepsi
masyarakat terhadap pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji
bagaimana wali murid SDN Tembalang, Kota Semarang, memaknai implementasi
program tersebut. Data dihimpun melalui metode etnografi kualitatif dan dianalisis
menggunakan perspektif modal simbolik Pierre Bourdieu. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa wali murid mengembangkan pola pemaknaan yang ambivalen
dalam merespons kekurangan teknis di lapangan. Kepada aktor implementor lokal,
mereka mengarahkan kritik dan melimpahkan kesalahan operasional, namun di saat
yang sama, mereka terus menjustifikasi dan melindungi niat baik pemerintah pusat.
Mekanisme pelimpahan kesalahan ini berfungsi krusial dalam menjaga legitimasi
otoritas tertinggi negara itu sendiri. Pada akhirnya, sebagaimana dapat dipahami
melalui konsep konversi modal, program MBG terbukti beroperasi sebagai arena
yang sukses mengubah modal ekonomi negara menjadi modal simbolik berupa
pengakuan sosial, yang secara kokoh mempertahankan citra negara sebagai entitas
yang hadir dan peduli.
Kata Kunci: Bantuan Sosial, Pemaknaan, Modal Simbolik

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Bantuan Sosial, Pemaknaan, Modal Simbolik
Subjects: Humanities
Divisions: Faculty of Humanities > Department of English Literature
Depositing User: Mr Dwi Widaryanto FIB
Date Deposited: 05 Aug 2026 05:38
Last Modified: 05 Aug 2026 05:38
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/58561

Actions (login required)

View Item View Item