BALQIST, PUTRI and Santoso, Budi and Njatrijani, Rinitami (2019) ARTI PENTING PERLINDUNGAN MEREK TERDAFTAR BAGI KELANGSUNGAN USAHA (STUDI TERHADAP MEREK KERUDUNG MILIK USAHA MIKRO KECIL DI KABUPATEN BOGOR). _150 DG 2019. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.
|
Text
150_Putri Balqist_-cover.pdf Restricted to Repository staff only Download (286kB) |
|
|
Text
150_Putri Balqist_-abstrak.pdf Download (52kB) |
|
|
Text
150_Putri Balqist_-bab 1.pdf Restricted to Repository staff only Download (116kB) |
|
|
Text
150_Putri Balqist_-bab 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (214kB) |
|
|
Text
150_Putri Balqist_-bab 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (63kB) |
|
|
Text
150_Putri Balqist_-bab 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (175kB) |
|
|
Text
150_Putri Balqist_-bab 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (9kB) |
|
|
Text
150_Putri Balqist_-dapus.pdf Download (82kB) |
|
|
Text
150_Putri Balqist_-lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (242kB) |
Abstract
Banyaknya para pelaku Usaha Mikro Kecil Kerudung di Ciseeng,
Kabupaten Bogor yang belum memanfaatkan perlindungan hukum merek dan tidak mengetahui arti penting dari sebuah merek yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Maka dari itu penelitian ini dilakukan guna mengetahui seberapa penting arti perlindungan merek terdaftar bagi pelaku usaha dan apa saja yang menjadi hambatan dalam
pelaksanaan perlindungan hukum merek kerudung di Kabupaten Bogor.
Di dalam dunia usaha untuk memperkenalkan dan memasarkan suatu produk barang atau jasa kepada konsumen, umumnya dengan membubuhi tanda sebagai ciri khusus dari produk tersebut, yang dikenal sebagai merek.
Metode penelitian menggunakan metode yuridis empiris yang bersifat deskriptif. Sumber data terdiri dari data primer yakni wawancara dan data sekunder yakni data hukum primer, sekunder dan tersier. Metode pengumpulan data melalui studi kepustakaan dan studi lapangan (wawancara), kemudian data dianalisis secara kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan para pelaku Usaha Mikro Kecil Kerudung di Ciseeng, Kabupaten Bogor belum memanfaatkan perlindungan hukum terhadap merek dagang antara lain kurangnya pengetahuan mengenai pendaftaran merek, beranggapan bahwa merek tidak perlu untuk didaftarkan,
rendahnya peran pemerintah serta mahalnya biaya pendaftaran merek dan itu menjadi penghambat para pelaku usaha untuk memanfaatkan perlindungan hukum.
Sehingga kesimpulan dari penelitian ini ialah pendaftaran merek sangat penting dalam hal mencegah tindakan yang tidak diinginkan, dikarenakan perlindungan hukum terhadap merek suatu usaha dapat dilakukan setelah merek didaftarkan. Maka dari itu Pemerintah Kabupaten Bogor perlu memberikan sosialisasi atau penyuluhan hukum mengenai Hak Kekayaan Intelektual khususnya tentang merek, agar para pelaku usaha di Ciseeng Kabupaten Bogor
mendapatkan informasi yang jelas mengenai pentingnya mendaftarkan merek dan juga kepada masyarakat atau pelaku usaha di Ciseeng Kabupaten Bogor haruslah melek hukum khususnya tentang merek karena untuk kepentingan usaha itu
sendiri.
Kata Kunci: perlindungan hukum, merek, usaha mikro kecil
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | perlindungan hukum, merek, usaha mikro kecil |
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law |
| Depositing User: | Perpus FH |
| Date Deposited: | 04 Aug 2026 02:01 |
| Last Modified: | 04 Aug 2026 02:01 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/58420 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
