Murti, Naftali Christina (2026) Studi In Silico Interaksi Protein BCL-2 dengan Senyawa Biji Andaliman Sumatera (Zanthoxylum acanthopodium DC.) Sebagai Antikanker Leukimia. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Text
01. Cover_Naftali Christina Murti .pdf Download (135kB) |
|
|
Text
02. Halaman Pengsahan_Naftali Christina Murti.pdf Download (6MB) |
|
|
Text
04. Daftar Isi_Naftali Christina Murti.pdf Download (215kB) |
|
|
Text
10. Glosarium_Naftali Christina Murti.pdf Download (188kB) |
|
|
Text
11. Abstrak_Naftali Christina Murti.pdf Download (183kB) |
|
|
Text
12. Abstract_Naftali Christina Murti.pdf Download (177kB) |
|
|
Text
13. BAB I_Naftali Christina Murti.pdf Download (229kB) |
|
|
Text
18. Daftar Pustaka_Naftali Christina Murti.pdf Download (228kB) |
Abstract
Kanker leukemia merupakan salah satu jenis kanker akibat pertumbuhan
abnormal dari sel sumsum tulang dan darah yang menyebabkan kematian sebesar 3,1%
di seluruh dunia. Salah satu penyebabnya adalah overekspresi dari protein BCL-2.
Hingga saat ini, obat yang sudah disetujui oleh FDA adalah venetoclax (V). Namun,
venetoclax memiliki kekurangan dalam bioavailabilitas dan harga yang kurang
terjangkau. Oleh karena itu, diperlukan alternatif berupa produk alami yang telah
terbukti aman dan terjangkau, contohnya biji andaliman. Biji andaliman mengandung
senyawa monoterpen geraniol (G), geranil asetat (GA), dan limonen (LM) yang sudah
diteliti menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam menurunkan jumlah sel kanker
secara in vitro. Akan tetapi, belum ada penelitian yang mengkaji interaksi senyawa
andaliman dengan protein BCL-2 secara in silico pada tingkat atomik. Penelitian ini
bertujuan untuk menentukan interaksi yang terjadi pada kompleks berdasarkan
perbedaan ligan menggunakan metode molecular docking, serta menentukan pengaruh
ligan terhadap kestabilan kompleks menggunakan metode molecular dynamics selama
200 ns. Protein BCL2X digunakan sebagai reseptor dan ligannya yaitu geraniol, geranil
asetat, dan limonen serta venetoclax sebagai pembanding. Metode yang digunakan ada
dua, yaitu metode kuantum untuk optimasi ligan dan metode klasik untuk molecular
docking dan molecular dynamics. Interaksi kompleks BCL2X...G memiliki satu ikatan
hidrogen dan sepuluh interaksi hidrofobik. BCL2X...GA memiliki dua ikatan hidrogen
dan enam interaksi hidrofobik. Berbeda halnya dengan kompleks BCL2X...LM yang
hanya memiliki enam interaksi hidrofobik. Terakhir, kompleks BCL2X...V memiliki
tiga ikatan hidrogen, satu interaksi elektrostatik, dan sebelas interaksi hidrofobik.
Kompleks BCL2X...G memiliki nilai energi total potensial paling rendah akibat faktor
Evdw dan Eelektrostatik. Rata-rata nilai Rg (~15,8Å) dan RMSD (~4 Å) ketiga kompleks
andaliman mirip dengan kompleks BCL2X...V. ΔGbind paling besar dimiliki oleh
BCL2X...GA karena adanya efek hidrofobik dan dibuktikan dengan nilai SASA yang
rendah. Seluruh kompleks didominasi oleh struktur protein α-Helix. Oleh karena itu,
ketiga senyawa andaliman memiliki potensi seperti venetoclax untuk menginhibisi
BCL-2.
Kata kunci: Leukemia, Andaliman, BCL-2, Kimia komputasi, Molecular dynamic
(NO KETERSEDIAAN : 2566/C/2026)
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Chemistry |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 30 Jul 2026 07:32 |
| Last Modified: | 30 Jul 2026 07:32 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/58200 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
