SABILA, GRISELDA and Muhyidin, Muhyidin and Prananda, Rahandy Rizki (2026) AKIBAT PERCERAIAN NIKAH DI BAWAH TANGAN ATAU SIRI DAN PENGARUHNYA TERHADAP HAK ASUH ANAK DI DESA NYALINDUNG, KABUPATEN CIANJUR, JAWA BARAT. _001 Islam 2026. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.
|
Text
GRISELDA SABILA_COVER.pdf Restricted to Repository staff only Download (350kB) |
|
|
Text
GRISELDA SABILA_ABSTRAK.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
GRISELDA SABILA_BAB I.pdf Restricted to Repository staff only Download (5kB) |
|
|
Text
GRISELDA SABILA_BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (798kB) |
|
|
Text
GRISELDA SABILA_BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (757kB) |
|
|
Text
GRISELDA SABILA_BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (509kB) |
|
|
Text
GRISELDA SABILA_DAFPUS.pdf Download (226kB) |
Abstract
Perceraian non-litigasi, atau perceraian di bawah tangan, merupakan suatu bentuk pembubaran perkawinan yang dilakukan di luar jalur resmi Pengadilan Agama. Proses ini bertentangan dengan hukum positif yang berlaku di Indonesia. Dalam praktiknya, perceraian semacam ini sering terjadi, terutama di kalangan pasangan yang menikah secara siri atau di bawah tangan. Hal ini menimbulkan berbagai implikasi hukum yang kompleks, terutama terkait status perceraian di mata negara dan hak asuh anak setelahperceraian.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan tingginya angka perceraian di bawah tangan serta menganalisis dampaknya terhadap hak asuh anak. Lokasi penelitian dipilih di Desa Nyalindung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi lapangan, dan penelusuran dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara deskriptif analitis.
Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor utama yang mendorong perceraian di bawah tangan adalah rendahnya literasi hukum masyarakat, tekanan ekonomi, dan konflik domestik yang tidak kunjung selesai. Dampak negatif dari perceraian ini adalah ketidakpastian posisi hukum anak terkait hak asuh, serta hilangnya perlindungan hukum bagi anak akibat tidak adanya putusan hukum yang sah dari Pengadilan Agama. Oleh karena itu, penting untuk memperkuat pendidikan dan pemahaman hukum di masyarakat agar hak-hak anak setelah perceraian dapat terjamin dengan baik.
Kata Kunci : Nikah Siri, Perceraian Dibawah Tangan, Hak Asuh Anak.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Nikah Siri, Perceraian Dibawah Tangan, Hak Asuh Anak. |
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law |
| Depositing User: | Mr Perpus FH1 |
| Date Deposited: | 28 Jul 2026 03:31 |
| Last Modified: | 28 Jul 2026 03:31 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/57884 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
