Simanjuntak, Suniarti Febrianti (2026) EVALUASI AKSESIBILITAS DAN REDESAIN INKLUSIF RUSUNAWA UNIVERSITAS DIPONEGORO GEDUNG E BERDASARKAN PP NO.16 TAHUN 2021, PERMEN PUPR NO. 14/PRT/M/2017, DAN 7 PRINSIP UNIVERSAL DESIGN. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text
FULL BAB.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (24MB) | Request a copy |
|
|
Text
COVER.pdf - Published Version Download (24MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text
BAB II.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text
BAB III.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB IV.pdf - Published Version Download (3MB) |
|
|
Text
BAB V.pdf - Published Version Download (2MB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (30MB) | Request a copy |
Abstract
Aksesibilitas bangunan gedung merupakan kewajiban hukum yang
diamanatkan PP No. 16 Tahun 2021 sekaligus bagian dari prinsip Universal Design
yang menjamin kesetaraan akses bagi seluruh pengguna. Namun dalam praktiknya,
banyak bangunan publik di Indonesia, termasuk hunian mahasiswa, masih jauh dari
standar yang berlaku. Penelitian ini mengevaluasi kondisi eksisting tujuh elemen
aksesibilitas Rusunawa UNDIP Gedung E berdasarkan PP No. 16/2021, Permen PUPR
No. 14/PRT/M/2017 Lampiran II, dan 7 Prinsip Universal Design, serta
membandingkan dua model alternatif redesain untuk menentukan model yang paling
optimal.
Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-evaluatif dengan metode
campuran melalui pengukuran lapangan, observasi sistematis, dan wawancara dengan
pengelola gedung. Analisis data meliputi gap analysis, pemetaan ke 7 Prinsip Universal
Design, analisis SWOT, dan matriks skoring multi-kriteria untuk membandingkan
Model A (4unit difabel terpusat di lantai 1, tanpa lift) dan Model B (5unit difabel
tersebar per lantai, dengan lift aksesibel).
Hasil evaluasi menunjukkan 12 dari 19 sub-variabel (63%) tidak memenuhi
standar. Defisit terkritis meliputi ketiadaan unit hunian difabel putri, ketiadaan lift
penumpang, kemiringan ramp yang melampaui standar, ketiadaan guiding block,
koridor di bawah lebar minimum, serta tidak adanya area of rescue assistance. Tidak
satu pun dari 7 Prinsip Universal Design terpenuhi sepenuhnya. Berdasarkan matriks
skoring multi-kriteria, Model B tetap ditetapkan sebagai model optimal karena
menyediakan unit hunian difabel di setiap lantai, lift aksesibel, guiding block,
rekonstruksi ramp, dan sarana evakuasi. Namun, pelebaran koridor tidak lagi dilakukan
karena keterbatasan teknis bangunan eksisting, sehingga koridor dipertahankan selebar
120 cm dan dikendalikan melalui SOP bebas hambatan.
Kata kunci: aksesibilitas bangunan, evaluasi aksesibilitas, redesain inklusif, rusunawa
kampus, universal design.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: aksesibilitas bangunan, evaluasi aksesibilitas, redesain inklusif, rusunawa kampus, universal design. |
| Subjects: | Engineering > Architecture Engineering |
| Divisions: | School of Vocation > Diploma in Civil Engineering |
| Depositing User: | Oktavia Perpus Vokasi |
| Date Deposited: | 24 Jul 2026 07:27 |
| Last Modified: | 24 Jul 2026 07:34 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/57659 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
