Search for collections on Undip Repository

NAMA-NAMA SESAJI DALAM TRADISI METHIL DI DESA BEDORO KABUPATEN SRAGEN (Kajian Antropolinguistik)

Safa’ah, Nurul (2026) NAMA-NAMA SESAJI DALAM TRADISI METHIL DI DESA BEDORO KABUPATEN SRAGEN (Kajian Antropolinguistik). Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.

[thumbnail of SI2500 Nurul Safa’ah 13010122120003 OK_1.pdf] Text
SI2500 Nurul Safa’ah 13010122120003 OK_1.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of SI2500 Nurul Safa’ah 13010122120003 OK_2.pdf] Text
SI2500 Nurul Safa’ah 13010122120003 OK_2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of SI2500 Nurul Safa’ah 13010122120003 OK_3.pdf] Text
SI2500 Nurul Safa’ah 13010122120003 OK_3.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of SI2500 Nurul Safa’ah 13010122120003 OK_4.pdf] Text
SI2500 Nurul Safa’ah 13010122120003 OK_4.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of SI2500 Nurul Safa’ah 13010122120003 OK.pdf] Text
SI2500 Nurul Safa’ah 13010122120003 OK.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Tradisi methil merupakan ritual pertanian yang dilakukan oleh masyarakat Jawa
sebelum panen padi sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan dan penghormatan
kepada Dewi Sri. Di Desa Bedoro, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen,
tradisi ini tetap dilestarikan dan terus dipraktekkan oleh masyarakat setempat.
Ritual tersebut menghadirkan berbagai persembahan dengan nama khas yang
mengandung makna budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan
bentuk-bentuk linguistik, makna, dan nilai-nilai budaya yang tertanam dalam namanama persembahan yang digunakan dalam tradisi methil. Studi ini menggunakan
pendekatan antropolinguistik Duranti, dilengkapi dengan teori semiotik Roland
Barthes, termasuk denotasi, konotasi, dan mitos, serta teori nilai budaya Edjamaris.
Penelitian kualitatif ini mengumpulkan data melalui observasi, wawancara
mendalam, dan dokumentasi. Informan dipilih menggunakan teknik purposive dan
snowball sampling. Data dianalisis menggunakan metode referensial dan metode
agih. Temuan ini mengungkapkan bahwa nama-nama sesaji diklasifikasikan
menjadi empat bentuk linguistik: kata monomorfemis, kata polimorfemis, frasa
lugas, dan frasa idiomatik. Setiap nama persembahan mengandung makna
denotatif, konotatif, dan mitos yang mencerminkan nilai-nilai budaya yang terkait
dengan hubungan manusia dengan Tuhan, alam, masyarakat, orang lain, dan diri
sendiri. Penelitian ini menunjukkan bahwa nama-nama sesaji berfungsi sebagai
representasi linguistik dari pandangan dunia komunitas Bedoro.
Kata kunci: antropolinguistik, semiotika, sesaji, tradisi methil, nilai budaya

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: antropolinguistik, semiotika, sesaji, tradisi methil, nilai budaya
Subjects: Humanities
Divisions: Faculty of Humanities > Department of Indonesian Literature
Depositing User: Mr Dwi Widaryanto FIB
Date Deposited: 24 Jul 2026 05:40
Last Modified: 24 Jul 2026 05:40
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/57646

Actions (login required)

View Item View Item