Search for collections on Undip Repository

MAKNA SIMBOLIK DALAM SESAJI TRADISI PERANG OBOR DI KABUPATEN JEPARA (Kajian Antropolinguistik)

Istiani, Ananda Laily Ayu (2026) MAKNA SIMBOLIK DALAM SESAJI TRADISI PERANG OBOR DI KABUPATEN JEPARA (Kajian Antropolinguistik). Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.

[thumbnail of SI2501 Ananda Laily Ayu Istiani 13010122120001 OK_1.pdf] Text
SI2501 Ananda Laily Ayu Istiani 13010122120001 OK_1.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of SI2501 Ananda Laily Ayu Istiani 13010122120001 OK_2.pdf] Text
SI2501 Ananda Laily Ayu Istiani 13010122120001 OK_2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of SI2501 Ananda Laily Ayu Istiani 13010122120001 OK_3.pdf] Text
SI2501 Ananda Laily Ayu Istiani 13010122120001 OK_3.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of SI2501 Ananda Laily Ayu Istiani 13010122120001 OK_4.pdf] Text
SI2501 Ananda Laily Ayu Istiani 13010122120001 OK_4.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of SI2501 Ananda Laily Ayu Istiani 13010122120001 OK.pdf] Text
SI2501 Ananda Laily Ayu Istiani 13010122120001 OK.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Tradisi Perang Obor merupakan tradisi budaya masyarakat Desa Tegalsambi,
Kabupaten Jepara, yang dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari ritual
sedekah bumi dan ungkapan rasa syukur atas hasil panen serta keselamatan
masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis makna leksikal,
makna simbolik dari sesaji dalam tradisi Perang Obor di Jepara serta
mengidentifikasi nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Pendekatan yang
digunakan adalah antropolinguisitik yang memandang bahasa sebagai praktik
budaya, didukung oleh kerangka interpretif dari antropologi Clifford Geertz dan
teori relativitas linguistik yang menekankan pengaruh bahasa terhadap interpretasi
sosial dan spiritual. Metode penelitian yang diterapkan adalah kualitatif deskriptif
dengan teknik analisis interaktif Miles dan Huberman, meliputi kondensasi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan melalui triangulasi. Data diperoleh dari
observasi langsung, wawancara mendalam, data primer dan data sekunder, serta
dokumentasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 18 sesaji dalam
Perang Obor merupakan sistem tanda yang kompleks, berfungsi sebagai jembatan
simbolik antara dunia material dan spiritual. Sesaji tidak hanya sebagai
persembahan, tetapi juga sebagai teks budaya yang merepresentasikan rasa syukur,
perlindungan, dan solidaritas sosial. Selain itu, tradisi ini menunjukkan fleksibilitas
dan relevansi dalam konteks modern, serta memiliki nilai edukatif dan ekologis
yang memperkuat identitas budaya masyarakat Jepara.
Kata Kunci: antropolinguistik, makna simbolik, nilai budaya, perang obor, sesaji.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: antropolinguistik, makna simbolik, nilai budaya, perang obor, sesaji.
Subjects: Humanities
Divisions: Faculty of Humanities > Department of Indonesian Literature
Depositing User: Mr Dwi Widaryanto FIB
Date Deposited: 24 Jul 2026 03:47
Last Modified: 24 Jul 2026 03:47
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/57627

Actions (login required)

View Item View Item