Search for collections on Undip Repository

TANGGUNG JAWAB PELAKU USAHA DAN PERLINDUNGAN KONSUMEN TERHADAP TRANSAKSI CASH ON DELIVERY TANPA NOTA (STUDI KASUS: IAN STORE). _190 DG 2026

PERMANA, R. ARDIAN BUDI and Anggayasti, Umaira Hayuning and Sutrisno, Putri Ayu (2026) TANGGUNG JAWAB PELAKU USAHA DAN PERLINDUNGAN KONSUMEN TERHADAP TRANSAKSI CASH ON DELIVERY TANPA NOTA (STUDI KASUS: IAN STORE). _190 DG 2026. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.

[thumbnail of R. Ardian Permana-cover.pdf] Text
R. Ardian Permana-cover.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[thumbnail of R. Ardian Permana-abstrak.pdf] Text
R. Ardian Permana-abstrak.pdf

Download (166kB)
[thumbnail of R. Ardian Permana-bab 1.pdf] Text
R. Ardian Permana-bab 1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (283kB)
[thumbnail of R. Ardian Permana-bab 2.pdf] Text
R. Ardian Permana-bab 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (287kB)
[thumbnail of R. Ardian Permana-bab 3.pdf] Text
R. Ardian Permana-bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (414kB)
[thumbnail of R. Ardian Permana-bab 4.pdf] Text
R. Ardian Permana-bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (172kB)
[thumbnail of R. Ardian Permana-dapus.pdf] Text
R. Ardian Permana-dapus.pdf

Download (178kB)

Abstract

Transaksi COD konvensional banyak digunakan pada saat ini, namun tanpa nota menimbulkan masalah pembuktian, kesesuaian barang, dan tanggung jawab para pihak. Bukti yang digunakan umumnya berupa data elektronik yang belum memiliki standar seragam, walaupun telah diakui dalam hukum. Ian Store telah menerapkan transparansi dan akuntabilitas melalui dokumentasi digital, tetapi praktik tanpa nota masih berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum sehingga diperlukan standarisasi pembuktian dan penguatan perlindungan konsumen.
Terdapat dua pokok permasalahan pada penelitian ini, yaitu tanggung jawab hukum Ian Store dalam transaksi Cash On Delivery (COD) tanpa nota ditinjau dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, serta implementasi perlindungan
konsumen dalam transaksi COD tanpa nota berdasarkan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah yuridis normatif (doktrinal) dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Data yang digunakan meliputi data primer yang diperoleh melalui kuesioner terhadap konsumen Ian Store, serta data sekunder berupa
bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yaitu peraturan perundang-undangan, buku, dan jurnal ilmiah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan dan penyebaran kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan metode kualitatif untuk menghasilkan pemahaman yang komprehensif terhadap permasalahan yang diteliti.
Terkait dengan hasil penelitian, penulis berargumen bahwa pertama, praktik transaksi COD tanpa nota di Ian Store menunjukkan pemenuhan tanggung jawab pelaku usaha secara substantif melalui transparansi informasi, dokumentasi digital, pemberian garansi, serta penanganan keluhan, sehingga mampu membangun kepercayaan konsumen tanpa adanya bukti tertulis formal. Kedua, akibat hukum dari praktik tersebut menunjukkan adanya hubungan hak dan kewajiban antara pelaku usaha dan konsumen yang tetap mengikat, namun belum sepenuhnya memberikan kepastian hukum karena masih terdapat kelemahan pada aspek pembuktian, standar dokumentasi, dan keseimbangan posisi para pihak dalam transaksi.
Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa transaksi COD tanpa nota di Ian Store tetap membentuk hubungan hukum jual beli yang sah secara perdata tanpa bukti tertulis formal, dengan pembuktian bertumpu pada dokumen elektronik. Praktik tersebut
mengungkap kelemahan pada aspek pembuktian yang belum terstandarisasi, sehingga berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum dalam sengketa. Tanggung jawab pelaku usaha telah dijalankan melalui transparansi, penanganan keluhan, dan pemberian ganti rugi, namun masih bersifat kebijakan internal dan belum sistemik. Posisi konsumen menunjukkan adanya paradoks, merasa terlindungi secara subjektif tetapi tetap lemah secara objektif. Kondisi ini menegaskan bahwa hubungan hukum tetap sah, sistem transaksi COD tanpa nota masih memiliki kelemahan pada standardisasi, pembuktian, dan keseimbangan risiko antara para pihak.
Kata Kunci: Cash On Delivery, Nota, Ian Store, Tanggung Jawab, Perlindungan Konsumen.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Cash On Delivery, Nota, Ian Store, Tanggung Jawab, Perlindungan Konsumen
Subjects: Law
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Perpus FH
Date Deposited: 23 Jul 2026 07:12
Last Modified: 23 Jul 2026 07:12
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/57536

Actions (login required)

View Item View Item