Zubaidah, Tinuk Santi (2026) PEMATUHAN DAN PELANGGARAN MAKSIM KESANTUNAN BERBAHASA TUTURAN ANTARTOKOH DALAM CERITA GIM SELERA NUSANTARA: CHEF STORY EPISODE RENDANG. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.
|
Text
SI2485 Tinuk 13010122130081 OK_1.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
SI2485 Tinuk 13010122130081 OK_2.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
SI2485 Tinuk 13010122130081 OK_3.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
SI2485 Tinuk 13010122130081 OK_4.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
SI2485 Tinuk 13010122130081 OK.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Zubaidah, Tinuk Santi. 2026. “Pematuhan dan Pelanggaran Maksim Kesantunan
Berbahasa Tuturan Antartokoh dalam Cerita Gim Selera Nusantara: Chef Story
Episode Rendang”. Skripsi (S-1) Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu
Budaya, Universitas Diponegoro, Semarang. Dosen Pembimbing: Dra. Sri Puji
Astuti, M.Pd.
Penelitian ini bertujuan untuk medeskripsikan bentuk pematuhan dan
pelanggaran maksim kesantunan berbahasa pada tuturan antartokoh dalam cerita
gim Selera Nusantara: Chef Story episode Rendang. Tuturan dianalisis
menggunakan pendekatan pragmatik dengan teori kesantunan berbahasa Geoffrey
Leech dan teori faktor penentu kesantunan berbahasa Pranowo. Penelitian
menggunakan jenis deskriptif kualitatif Pengumpulan data menggunakan metode
pustaka yang dilanjutkan dengan metode simak dan teknik catat. Analisis data
menggunakan metode padan dan teknik hubung banding yang bersifat ekstralingual.
Penyajian hasil analisis data menggunakan metode informal. Hasil penelitian
menunjukkan terdapat pematuhan dan pelanggaran pada keenam maksim.
Pematuhan maksim kearifan ditunjukkan dengan pengurangan beban dan
pemberian alternatif tindakan. Pematuhan maksim kedermawanan ditunjukkan
dengan penawaran bantuan, pengambilalihan tanggung jawab, dan pemberian janji.
Pematuhan maksim pujian ditunjukkan dengan pemberian apresiasi kepada mitra
tutur maupun kepada pihak ketiga. Pematuhan maksim kerendahan hati ditunjukkan
dengan pengakuan keterbatasan, penolakan pujian, dan pengalihan apresiasi.
Pematuhan maksim kesepakatan ditunjukkan dengan penerimaan terhadap
pernyataan maupun permintaan mitra tutur. Pematuhan maksim simpati
ditunjukkan dengan pemberian dukungan, pengungkapan harapan, dan
penyampaian belasungkawa. Pelanggaran maksim kearifan ditunjukkan dengan
permintaan yang memaksa. Pelanggaran maksim kedermawanan ditunjukkan
dengan harapan buruk dan ancaman kepada pihak ketiga. Pelanggaran maksim
pujian ditunjukkan dengan tuduhan dan hinaan. Pelanggaran maksim kerendahan
hati ditunjukkan dengan menonjolkan popularitas diri. Pelanggaran maksim
kesepakatan ditunjukkan dengan ketaksepakatan dengan mitra tutur. Pelanggaran
maksim simpati ditunjukkan dengan pemberian kritik terhadap mitra tutur. Faktor
kebahasaan yang memengaruhi yaitu pilihan diksi dan struktur kalimat. Faktor
nonkebahasan yang memengaruhi yaitu pranata sosial budaya, topik tuturan, dan
konteks tuturan.
Kata kunci: pematuhan, pelanggaran. maksim, kesantunan berbahasa, tuturan
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | pematuhan, pelanggaran. maksim, kesantunan berbahasa, tuturan |
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Indonesian Literature |
| Depositing User: | Tugirin |
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 05:34 |
| Last Modified: | 22 Jul 2026 05:34 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/57355 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
