NAIBAHO, KEZYA VAN THORA and Njatrijani, Rinitami and Al Asy'Arie, Moh. Asadullah Hasan (2026) PERBANDINGAN PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM LAYANAN TELEMEDICINE DI INDONESIA DAN SINGAPURA. _167 DG 2026. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.
|
Text
Kezya van Thora-cover.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
Kezya van Thora-abstrak.pdf Download (124kB) |
|
|
Text
Kezya van Thora-bab 1.pdf Restricted to Repository staff only Download (463kB) |
|
|
Text
Kezya van Thora-bab 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (532kB) |
|
|
Text
Kezya van Thora-bab 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (588kB) |
|
|
Text
Kezya van Thora-bab 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (138kB) |
|
|
Text
Kezya van Thora-dapus.pdf Download (292kB) |
Abstract
Skripsi ini membahas perbandingan perlindungan konsumen dalam layanan telemedicine di Indonesia dan Singapura, khususnya terkait pengaturan hukum serta tanggung jawab pelaku usaha penyelenggara layanan terhadap kerugian konsumen. Penelitian ini disusun dengan metode yuridis normatif melalui pendekatan
perundang-undangan dan pendekatan perbandingan, dengan menggunakan data sekunder yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan telemedicine di Indonesia masih tersebar dalam berbagai instrumen hukum, seperti Undang-Undang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang
Kesehatan, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi, serta peraturan teknis di bidang kesehatan. Namun, pengaturan tersebut belum secara khusus dan terpadu mengatur kedudukan platform telemedicine pihak ketiga, mekanisme pengawasan layanan, serta pembagian tanggung jawab antara platform dan tenaga medis. Berbeda dengan
Indonesia, Singapura telah mengembangkan pengaturan yang lebih terintegrasi melalui National Telemedicine Guidelines, Licensing Experimentation and Adaptation Programme, dan Healthcare Services Act yang menempatkan telemedicine dalam sistem perizinan berbasis layanan dan pengawasan berbasis risiko. Oleh karena itu, Indonesia perlu memperkuat regulasi telemedicine agar
perlindungan konsumen tidak hanya bersifat represif, tetapi juga preventif melalui kejelasan status hukum platform, standar pengawasan, perlindungan data medis, dan pembagian tanggung jawab yang proporsional.
Kata Kunci : Perlindungan Konsumen, Telemedicine, Platform Digital, Tanggung Jawab Hukum, Perbandingan Hukum.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perlindungan Konsumen, Telemedicine, Platform Digital, Tanggung Jawab Hukum, Perbandingan Hukum |
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law |
| Depositing User: | Perpus FH |
| Date Deposited: | 20 Jul 2026 07:51 |
| Last Modified: | 20 Jul 2026 07:51 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/57124 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
