SATRIYANSAH, MUHAMMAD HAYYU AKBAR and Prananda, Rahandy Rizki and Muhyidin, Muhyidin (2026) ANALISIS KEABSAHAN PERJANJIAN JUAL BELI BENDA DIGITAL DALAM GAMES ONLINE PADA PIHAK KETIGA DENGAN PENGGUNAAN NAMA ANONIM. _114 PDT 2026. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.
|
Text
MUHAMMAD HAYYU AKBAR SATRIYANSAH_COVER.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
MUHAMMAD HAYYU AKBAR SATRIYANSAH_ABSTRAK.pdf Download (230kB) |
|
|
Text
MUHAMMAD HAYYU AKBAR SATRIYANSAH_BAB I.pdf Restricted to Repository staff only Download (360kB) |
|
|
Text
MUHAMMAD HAYYU AKBAR SATRIYANSAH_BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (409kB) |
|
|
Text
MUHAMMAD HAYYU AKBAR SATRIYANSAH_BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (884kB) |
|
|
Text
MUHAMMAD HAYYU AKBAR SATRIYANSAH_BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (278kB) |
|
|
Text
MUHAMMAD HAYYU AKBAR SATRIYANSAH_DAFPUS.pdf Download (214kB) |
Abstract
Perkembangan teknologi informasi telah melahirkan fenomena transaksi jual beli benda digital dalam ekosistem games online yang kini memiliki nilai ekonomis nyata. Transaksi tersebut kerap melibatkan pihak ketiga sebagai perantara dengan penggunaan identitas anonim oleh para pihak yang bertransaksi, sementara hukum positif Indonesia belum memiliki regulasi yang secara spesifik mengatur kedudukan benda digital games online sebagai objek hukum maupun keabsahan transaksi yang dilakukan secara anonim melalui pihak ketiga.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan hukum perjanjian jual beli benda digital games online pada pihak ketiga dalam hukum Indonesia, serta mengkaji keabsahan dan implikasi hukum transaksi yang menggunakan identitas anonim dalam perspektif hukum Indonesia dan hukum Korea Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian doktrinal dengan pendekatan yuridis normatif, komparatif, dan konseptual, yang bersumber pada peraturan perundang-undangan, doktrin, serta kajian perbandingan lintas yurisdiksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa benda digital games online dapat dikualifikasikan sebagai benda tidak berwujud berdasarkan Pasal 503 jo. Pasal 499 KUH Perdata, namun kedudukan hukum perjanjian jual beli benda digital games online pada pihak ketiga berada dalam posisi yang sah secara formal namun tidak pasti secara normatif. Penggunaan identitas anonim oleh penjual, pembeli, maupun pihak ketiga berpotensi menyebabkan perjanjian dapat dibatalkan (vernietigbaar) berdasarkan Pasal 1320 jo. Pasal 1330 KUH Perdata, dan apabila disertai tipu muslihat dapat berimplikasi pidana berdasarkan Pasal 378 KUHP jo. Pasal 28 ayat (1) UU ITE. Dibandingkan dengan Korea Selatan yang telah memiliki Game Industry Promotion Act yang secara tegas mewajibkan verifikasi identitas nyata, Indonesia masih memerlukan regulasi yang lebih spesifik dalam mengatur ekosistem transaksi games online.
Kata Kunci : Benda Digital, Games Online, Pihak Ketiga, Identitas Anonim, Keabsahan Perjanjian.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Benda Digital, Games Online, Pihak Ketiga, Identitas Anonim, Keabsahan Perjanjian. |
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law |
| Depositing User: | Mr Perpus FH1 |
| Date Deposited: | 17 Jul 2026 01:20 |
| Last Modified: | 17 Jul 2026 01:20 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/56911 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
