Search for collections on Undip Repository

Komparasi Detectability Index Hasil Pengukuran Advanced Model Observer dan Human Observer Pada Citra CT-Scan

PUTRI, Anisa (2026) Komparasi Detectability Index Hasil Pengukuran Advanced Model Observer dan Human Observer Pada Citra CT-Scan. Masters thesis, UNDIP: Fakultas Sains dan Matematika.

[thumbnail of FULL TEXT] Archive (FULL TEXT)
TESIS Anisa Putri.zip
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy
[thumbnail of 1. COVER.pdf] Text
1. COVER.pdf

Download (68kB)
[thumbnail of 3. HALAMAN PENGESAHAN .pdf] Text
3. HALAMAN PENGESAHAN .pdf

Download (244kB)
[thumbnail of 3. HALAMAN PENGESAHAN.pdf] Text
3. HALAMAN PENGESAHAN.pdf

Download (721kB)
[thumbnail of 4. KATA PENGANTAR.pdf] Text
4. KATA PENGANTAR.pdf

Download (94kB)
[thumbnail of 5. ABSTRAK.pdf] Text
5. ABSTRAK.pdf

Download (118kB)
[thumbnail of 6. ABSTRACT.pdf] Text
6. ABSTRACT.pdf

Download (35kB)
[thumbnail of 7. DAFTAR ISI.pdf] Text
7. DAFTAR ISI.pdf

Download (86kB)
[thumbnail of 10. BAB I PENDAHULUAN.pdf] Text
10. BAB I PENDAHULUAN.pdf

Download (131kB)
[thumbnail of 15. DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
15. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (148kB)

Abstract

Studi ini bertujuan untuk membandingkan detectability index (d′) antara
pengukuran human observer (HO) menggunakan teknik 2-alternative forced choice
(2-AFC) dan pengukuran advanced model observer (AMO) menggunakan model
non-prewhitening (NPW) serta NPW dengan eye filter (NPWE) untuk deteksi objek
berkontras rendah pada citra computed tomography (CT). Informasi task-transfer
function (TTF) dan noise power spectrum (NPS) diperoleh dari citra phantom ACR
464 yang diakuisisi pada arus tabung 100 mA dan 200 mA. Objek tugas
didefinisikan dengan kontras 6 HU, diameter 5 mm, dan field of view (FOV) 15
mm. Profil objek tugas yang digunakan meliputi Flat, Gaussian, dan Designer.
Untuk setiap konfigurasi, d′ diukur menggunakan model NPW dan NPWE. Untuk
HO, d′ diperoleh menggunakan metode 2-AFC yang terdiri dari 200 citra (100
dengan sinyal dan 100 tanpa sinyal) per konfigurasi. Model NPWE menunjukkan
kesesuaian yang secara signifikan lebih kuat dengan kinerja HO dibandingkan
model NPW pada seluruh kondisi tugas yang dievaluasi. Korelasi antara indeks
keterdeteksian NPWE dan HO sangat kuat (r = 0,931), sedangkan korelasi antara
NPW dan HO tergolong sedang (r = 0,725). Temuan ini menunjukkan bahwa
penambahan eye filter meningkatkan kemampuan model observer dalam
memprediksi kinerja manusia pada deteksi kontras rendah pada citra CT. Model
NPWE merupakan pengganti yang bernilai secara klinis untuk merepresentasikan
kinerja manusia dalam tugas deteksi CT berkontras rendah dibandingkan model
NPW pada AMO. Korelasi yang kuat antara pengukuran NPWE dan HO
menegaskan peran penting eye filter dalam penilaian kualitas citra secara objektif.
Dengan demikian, model NPWE dari AMO menyediakan alat yang andal dan
efisien dalam penggunaan sumber daya untuk mengoptimalkan protokol CT serta
memastikan bahwa peningkatan metrik fisik secara langsung berkontribusi pada
peningkatan keterdeteksian diagnostik.
Kata kunci: Detectability index, Human observer, Model observer, Advanced model
observer

(NO. KETERSEDIAAN : 254/S2FIS/2026)

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Sciences and Mathemathic
Divisions: Faculty of Science and Mathematics > Master Program in Physics
Depositing User: Yemima Laras Sekarsari
Date Deposited: 13 Jul 2026 06:15
Last Modified: 13 Jul 2026 06:15
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/56487

Actions (login required)

View Item View Item