Gaol, Toga Marisi Lumban (2025) KUALITAS PELAYANAN JEMPUT BOLA KTP-EL BAGI PENYANDANG DISABILITAS DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA SEMARANG (STUDI KASUS KECAMATAN SEMARANG UTARA). Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
Toga Marisi Lumban Gaol_COVER. - Toga Lumban gaol.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text
Toga Marisi Lumban Gaol_BAB I (3) - Toga Lumban gaol.pdf - Published Version Download (992kB) |
|
|
Text
Toga Marisi Lumban Gaol_BAB II - Toga Lumban gaol.pdf - Published Version Download (580kB) |
|
|
Text
Toga Marisi Lumban Gaol_BAB III - Toga Lumban gaol.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
Toga Marisi Lumban Gaol_BAB IV - Toga Lumban gaol.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (186kB) |
|
|
Text
Toga Marisi Lumban Gaol_Daftar Pustaka - Toga Lumban gaol.pdf - Published Version Download (142kB) |
|
|
Text
Toga Marisi Lumban Gaol_Lampiran - Toga Lumban gaol.pdf - Published Version Download (1MB) |
Abstract
Pelayanan administrasi kependudukan yang adil dan menyeluruh merupakan
bagian dari komitmen negara dalam memenuhi hak warga negara, termasuk
penyandang disabilitas. Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Kependudukan
dan Pencatatan Sipil meluncurkan program jemput bola KTP-el sebagai upaya menjangkau kelompok rentan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan
kualitas pelayanan jemput bola KTP-el dan mendeskripsikan faktor penghambat kualitas pelayanan jemput bola KTP-el. Penelitian ini menggunakan teori kualitas pelayanan dari Zeithaml, Parasuraman, dan Berry (1990). Metode yang digunakan
adalah deskriptif kualitatif dengan Teknik pengumpulan data berupa wawancara,
observasi dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi reliability, assurance, dan empathy telah berjalan cukup baik. Namun, dimensi tangible dan responsiveness masih menunjukkan kelemahan, seperti ketidaksesuaian atribut petugas, kurangnya sarana pendukung,serta ketidaktepatan
waktu pelayanan. Faktor penghambat meliputi kesadaran petugas yang belum merata, tidak adanya SOP khusus, keterbatasan jumlah petugas serta kurangnya pelatihan petugas. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan jemput bola KTP-el
bagi penyandang disabilitas. Diperlukan kebijakan mengenai standar atribut petugas jemput bola, penambahan sarana prasarana ramah disabilitas, dan sistem penjadwalan yang lebih terkoordinasi agar pelayanan menjadi lebih responsive dan
menyeluruh
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Public Administration |
| Depositing User: | Endang Suprihatin |
| Date Deposited: | 10 Jul 2026 07:30 |
| Last Modified: | 10 Jul 2026 07:30 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/56411 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
