Widiastuti, Nur and Setiawati Dewi, Nur (2026) Hubungan antara Grit dan Flourishing pada Remaja Awal yang Pernah Mengalami Bullying di SMP Kota Semarang. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text
Nur Widiastuti_22020122140174_Cover-Abstrak.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Nur Widiastuti_22020122140174_BAB 1.pdf Restricted to Registered users only Download (261kB) |
|
|
Text
Nur Widiastuti_22020122140174_BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (398kB) |
|
|
Text
Nur Widiastuti_22020122140174_BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (501kB) |
|
|
Text
Nur Widiastuti_22020122140174_BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (340kB) |
|
|
Text
Nur Widiastuti_22020122140174_BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (273kB) |
|
|
Text
Nur Widiastuti_22020122140174_BAB 6.pdf Restricted to Registered users only Download (208kB) |
|
|
Text
Nur Widiastuti_22020122140174_DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (182kB) |
|
|
Text
Nur Widiastuti_22020122140174_LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (8MB) |
|
|
Text
Nur Widiastuti_22020122140174_SKRIPSI FULL TEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (9MB) |
Abstract
Pendahuluan: Fenomena bullying merupakan masalah serius yang berdampak negatif terhadap kesejahteraan psikologis remaja awal. Remaja korban bullying sering menghadapi tekanan emosional yang menghambat fungsi psikologis. Grit (ketekunan dan semangat untuk tujuan jangka panjang) diyakini sebagai faktor internal yang dapat membantu remaja bertahan dan mendorong pencapaian Flourishing (kesejahteraan psikologis yang optimal). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara Grit dan Flourishing pada remaja awal yang pernah mengalami bullying di SMP Kota Semarang.
Metode: Desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional digunakan dalam penelitian ini. Pengambilan sampel acak berstrata proporsional digunakan untuk memilih 246 siswa kelas 7, 8, dan 9 dari SMP di Kota Semarang yang terverifikasi sebagai korban bullying melalui skrining. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen Skala Grit dan Skala Flourishing versi Indonesia. Hubungan antara variabel dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman’s Rho.
Hasil: Grit pada tingkat sedang (67,9%) dan Flourishing pada tingkat sedang (75,2%) ditemukan pada mayoritas responden. Hubungan positif yang kuat dan signifikan secara statistik antara Grit dan Flourishing dibuktikan oleh uji statistik (p-value = 0.000; r = 0.617).
Kesimpulan: Hal ini mengonfirmasi bahwa Grit yang lebih tinggi dikaitkan dengan Flourishing yang lebih tinggi pada remaja awal korban bullying. Perawat di sekolah disarankan untuk merancang intervensi keperawatan psikososial yang berfokus spesifik pada peningkatan kapasitas Grit melalui pelatihan regulasi emosi dan pembentukan mekanisme koping sehat untuk mendorong pencapaian Flourishing dan pemulihan kesejahteraan mental.
Kata Kunci: Perundungan Remaja Awal, Grit, Flourishing
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Department of Nursing |
| Depositing User: | Keperawatan Undip |
| Date Deposited: | 10 Jul 2026 09:11 |
| Last Modified: | 10 Jul 2026 09:24 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/56399 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
