Search for collections on Undip Repository

TOKOH YEONWOO HA DALAM GAME PICKA: 30 DAYS TO LOVERS SEBAGAI ALTER-EGO PSIKOANALITIK PEMAIN: SEBUAH KAJIAN LUDOLOGI

Putri, Ramadita Desty (2026) TOKOH YEONWOO HA DALAM GAME PICKA: 30 DAYS TO LOVERS SEBAGAI ALTER-EGO PSIKOANALITIK PEMAIN: SEBUAH KAJIAN LUDOLOGI. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.

[thumbnail of SI2456 RAMANDITA DESTY PUTRI 13010119130072 OK_1.pdf] Text
SI2456 RAMANDITA DESTY PUTRI 13010119130072 OK_1.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of SI2456 RAMANDITA DESTY PUTRI 13010119130072 OK_2.pdf] Text
SI2456 RAMANDITA DESTY PUTRI 13010119130072 OK_2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of SI2456 RAMANDITA DESTY PUTRI 13010119130072 OK_3.pdf] Text
SI2456 RAMANDITA DESTY PUTRI 13010119130072 OK_3.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of SI2456 RAMANDITA DESTY PUTRI 13010119130072 OK_4.pdf] Text
SI2456 RAMANDITA DESTY PUTRI 13010119130072 OK_4.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of SI2456 RAMANDITA DESTY PUTRI 13010119130072 OK.pdf] Text
SI2456 RAMANDITA DESTY PUTRI 13010119130072 OK.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan game simulasi kencan yang tidak
hanya menjadi media hiburan, tetapi juga ruang ekspresi psikologis pemain melalui
karakter virtual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi psikologis
tokoh Yeonwoo Ha dalam game Picka: 30 Days to Lovers melalui pendekatan
ludologi dan psikoanalisis Sigmund Freud. Objek penelitian meliputi karakter
Yeonwoo Ha serta unsur-unsur ludologi dalam game, seperti mekanisme pilihan
naratif dan interaksi berbasis chat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif
deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi.
Data dianalisis melalui reduksi data, interpretasi, dan triangulasi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa karakter Yeonwoo Ha merepresentasikan konsep id, ego, dan
superego melalui perilaku, keputusan, dan interaksinya dalam permainan. Unsur
ludologi dalam game menciptakan pengalaman bermain yang interaktif dan imersif
sehingga pemain dapat memproyeksikan emosi, keinginan, fantasi, serta
pertimbangan moralnya ke dalam karakter. Titik temu alter-ego terlihat ketika
pemain tidak hanya mengendalikan Yeonwoo Ha sebagai tokoh permainan, tetapi
juga menjadikan karakter tersebut sebagai representasi diri dalam dunia virtual.
Setiap pilihan dialog, respons emosional, dan keputusan yang diambil oleh
Yeonwoo Ha merupakan hasil negosiasi antara dorongan id, pertimbangan ego, dan
nilai moral superego pemain. Hal tersebut menyebabkan terjadinya peleburan
identitas antara pemain dan karakter selama permainan berlangsung. Penelitian ini
menyimpulkan bahwa Picka: 30 Days to Lovers tidak hanya berfungsi sebagai
media hiburan, tetapi juga sebagai ruang simulasi psikologis yang
merepresentasikan kepribadian pemain melalui karakter virtual. Penelitian ini
diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kajian ludologi, psikoanalisis, dan
studi game digital.
Kata Kunci: ludologi, psikoanalisis, alter-ego, Yeonwoo Ha, Picka: 30 Days to
Lovers.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: ludologi, psikoanalisis, alter-ego, Yeonwoo Ha, Picka: 30 Days to Lovers.
Subjects: Humanities
Divisions: Faculty of Humanities > Department of Indonesian Literature
Depositing User: Tugirin
Date Deposited: 09 Jul 2026 05:52
Last Modified: 09 Jul 2026 05:52
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/56322

Actions (login required)

View Item View Item