Khanifah, Nur (2026) PERJUANGAN TOKOH UTAMA MENGHADAPI KEGAGALAN KARIER DALAM NOVEL HIDANGAN DI ATAS AWAN KARYA SILVIA ISKANDAR (KAJIAN PSIKOLOGI EKSISTENSIALISME ROLLO MAY). Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.
|
Text
SI2464 Nur Khanifah_13010122130079 OK_1.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
SI2464 Nur Khanifah_13010122130079 OK_2.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
SI2464 Nur Khanifah_13010122130079 OK_3.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
SI2464 Nur Khanifah_13010122130079 OK_4.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
SI2464 Nur Khanifah_13010122130079 OK.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perjuangan tokoh utama dalam
menghadapi kegagalan karier, mulai dari faktor penyebab, dampak, dan respons
tokoh pada novel Hidangan di Atas Awan karya Silvia Iskandar. Teori yang
digunakan ialah psikologi eksistensialisme Rollo May khususnya konsep Being in
the World, Anxiety, Guilt, dan Love and Will. Penelitian ini merupakan penelitian
deskriptif kualitatif dengan dua fokus analisis. Pertama, analisis struktur novel yaitu
analisis tokoh penokohan, alur, dan latar. Kedua, analisis kegagalan karir tokoh
utama menggunakan teori psikologi eksistensialisme Rollo May. Penelitian ini
menggunakan data berupa kata, frasa, kalimat, dialog, deskripsi peristiwa, latar dan
alur dalam novel, dengan teknik pengumpulan data baca dan catat. Hasil penelitian
ini menunjukkan bahwa dalam novel Hidangan di Atas Awan faktor penyebab
kegagalan karier tokoh utama berasal dari faktor internal yang dipengaruhi oleh
faktor eksternal. Hal tersebut mencerminkan adanya disharmoni dalam dimensi
being in the world (unwelt, mitwelt, dan eigenwelt). Faktor-faktor tersebut berupa
overthinking, keegoisan, dan ketidaktegasan tokoh dalam menyikapi permasalahan.
Kemudian, dampak dari kegagalan tersebut menghadapkan tokoh pada pengalaman
kecemasan. Terdapat dua kecemasan yaitu kecemasan normal dan neurotik.
Kecemasan normal berupa rasa lelah, rasa malu, rasa sesal. Sedangkan, kecemasan
neurotik berupa kecenderungan mengurung diri dari lingkungan sosial, munculnya
perasaan hampa, hilangnya nafsu makan, insomnia, keinginan lenyap dari dunia,
hingga keinginan mengakhiri hidup. Terakhir, respons tokoh terhadap kegagalan
menunjukan pemulihan melalui respons positif melalui konsep love and will. Hal
tersebut meliputi kesadaran tokoh bahwa bunuh diri merupakan tindakan yang salah
sebagai bentuk eros dan philia, terbuka terhadap saran dan pandangan orang lain
sebagai bagian dari philia, mau menerima bantuan dari orang tuanya sebagai bagian
dari agape, serta mampu belajar dari kegagalan di masa lalu sebagai bagian dari
eros.
Kata kunci: psikologi sastra, eksistensialisme, kegagalan karier.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | psikologi sastra, eksistensialisme, kegagalan karier. |
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Indonesian Literature |
| Depositing User: | Tugirin |
| Date Deposited: | 09 Jul 2026 05:38 |
| Last Modified: | 09 Jul 2026 05:38 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/56321 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
