Search for collections on Undip Repository

MEMAHAMI MODALITAS SUTRADARA INDEPENDENT PEREMPUAN DALAM PRAKTIK PRODUKSI FILM LAYLA WANT IT

Yuliyanto, Haris and Sulistyani, Hapsari Dwiningtyas (2026) MEMAHAMI MODALITAS SUTRADARA INDEPENDENT PEREMPUAN DALAM PRAKTIK PRODUKSI FILM LAYLA WANT IT. Masters thesis, Universitas Diponegoro Semarang.

[thumbnail of Cover 0.pdf] Text
Cover 0.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf - Published Version

Download (994kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf - Published Version

Download (697kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf - Published Version

Download (19MB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf - Published Version

Download (1MB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf - Published Version

Download (97kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (120kB)
[thumbnail of Lampiran.pdf] Text
Lampiran.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Karakteristik film pendek yang diproduksi sutradara perempuan lekat dengan pandangan personal mengenai isu ketimpangan gender, salah satunya terlihat pada karya Mauliya Maila dalam film Layla Want It. Maila, yang aktif sebagai sutradara di Kota Semarang, kerap dihadapkan pada ketimpangan struktural yakni mayoritas kru kreatif yang didominasi laki-laki. Terpantik oleh kondisi tersebut, penelitian ini merumuskan masalah mengenai bagaimana Maila, sebagai sutradara independent perempuan sekaligus representasi kelompok terpinggirkan, mengomunikasikan visi kreatifnya. Mengaplikasikan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus kritis, penelitian ini menggunakan konsep produksi budaya Pierre Bourdieu untuk menavigasi kepemilikan modal dan posisi Maila di dalam arena produksi. Hasil temuan menunjukan bahwa upaya komunikasi tersebut berbenturan dengan dominasi struktural Maila terpaksa menempati posisi pasif saat berdiskusi mengenai hal teknis. Kondisi ini menjebak Maila dalam ketergantungan terhadap kru laki – laki sebagai perpanjangan tangan untuk menerjemahkan visinya menjadi bahasa sinematik. Ironisnya, reproduksi ketimpangan tersebut dibalut narasi kolaborasi, seolah menjunjung tinggi nilai kesetaraan. Kegagalan dalam mempertahankan otonomi penyutradaraanya turut mereproduksi normalisasi ketimpangan gender di arena produksi film independent Kota Semarang.

Keywords : Independent Filmmaking, sutradara perempan, film pendek, kesetaraan gender

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Social Science and Political Science
Divisions: Faculty of Social and Political Sciences > Master Program in Communication Science
Depositing User: Soleh MIKOM
Date Deposited: 15 Jul 2026 01:49
Last Modified: 15 Jul 2026 01:49
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/56192

Actions (login required)

View Item View Item