RAMANDA, Diar Kusuma (2026) ANALISIS PERSEPSI, ADAPTASI, DAN MANAJEMEN PERUBAHAN DALAM TRANSFORMASI DIGITAL TRADE FINANCE DI BANK BRI. Masters thesis, UNDIP: Fakultas Ekonomika dan Bisnis.
|
Text (Cover)
1. T - Cover - 12010124413076.pdf - Updated Version Download (315kB) |
|
|
Text (Abstrak (Inggris))
4. T - Abstrak (Inggris) - 12010124413076.pdf - Published Version Download (356kB) |
|
|
Text (Abstrak (Indonesia))
5. T - Abstrak (Indonesia) - 12010124413076.pdf - Published Version Download (300kB) |
|
|
Text (Daftar Isi)
6. T - Daftar Isi - 12010124413076.pdf - Published Version Download (382kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
12. T - Daftar Pustaka - 12010124413076.pdf - Published Version Download (282kB) |
|
|
Text (Fulltext PDF Bookmarks)
16. T - Fulltext PDF Bookmarks - 12010124413076.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi ekuilibrium manajemen
perubahan, persepsi, serta adaptasi pemangku kepentingan internal terhadap
transformasi Digital Trade Finance (DTF) berbasis platform Qlola di PT Bank
Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Melalui pendekatan kualitatif eksploratif, data
dikumpulkan menggunakan wawancara mendalam terhadap 25 partisipan lintas
hierarki (manajerial, operasional, dan TI) serta observasi partisipatif di Trade
Processing Center (TPC). Data dianalisis secara tematik dengan menggunakan
pisau analisis Force Field Analysis dari Kurt Lewin. Hasil penelitian mengungkap
bahwa secara arsitektural, implementasi Qlola sukses mengakselerasi efisiensi
Service Level Agreement (SLA) dan mereduksi rasio kesalahan operasional (error
rate), yang secara determinan didorong oleh kekuatan pendorong (driving forces)
berupa mandat sentralistik (top-down KPI) dari jajaran direksi. Namun demikian,
proses ini menciptakan ekuilibrium semu (quasi-stationary equilibrium) akibat
kuatnya kekuatan penahan (restraining forces) berupa disfungsi kultural pada masa
transisi (parallel run) yang memicu beban kerja ganda (double workload) dan
kelelahan operasional ekstrem (burnout). Kelambanan adopsi ekosistem nirkertas
(paperless) terbukti tidak berakar pada kegagalan sistem, melainkan pada kendala
unlearning process dan sindrom kecemasan audit (audit anxiety) di kalangan staf
demografi senior, yang bersikap defensif mempertahankan warkat cetak demi
sebuah rasa aman semu. Transisi ini makin diperparah oleh budaya ketergantungan
nasabah (segmen UKM) yang menolak portal layanan mandiri (self-service),
sehingga mereduksi fungsi petugas cabang menjadi sekadar agen administratif.
Penelitian ini merekomendasikan perlunya intervensi sosiologis berupa penetapan
titik henti mutlak (hard cut-off point) terhadap dokumen fisik yang diikat dengan
jaminan kekebalan audit internal, serta perlunya merekonstruksi paradigma
pelayanan prima cabang menjadi "agen edukator digital" bagi nasabah. Kata Kunci:
Digital Trade Finance, Manajemen Perubahan, Force Field Analysis, Parallel Run,
Audit Anxiety, Bank Rakyat Indonesia.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Digital Trade Finance, Manajemen Perubahan, Force Field Analysis, Parallel Run, Audit Anxiety, Bank Rakyat Indonesia |
| Subjects: | Economics and Business Economics and Business > Management |
| Divisions: | Faculty of Economics and Business > Master Program in Management |
| Depositing User: | Manajemen Lib |
| Date Deposited: | 08 Jul 2026 02:22 |
| Last Modified: | 08 Jul 2026 02:22 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/56181 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
