Rasedha, Kiesha Aurelia and Susiatiningsih, Hermini (2026) FORMULA 1 GRAND PRIX SEBAGAI INSTRUMENT SPORT DIPLOMACY DALAM MENINGKATKAN SOFT POWER ARAB SAUDI DI PANGGUNG INTERNASIONAL. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
Cover_Kiesha Aurelia Rasedha_14050122140122.pdf - Accepted Version Download (650kB) |
|
|
Text
Bab1_Kiesha Aurelia Rasedha_14050122140122.pdf - Submitted Version Download (314kB) |
|
|
Text
Bab 2_Kiesha Aurelia Rasedha_14050122140122.pdf Download (303kB) |
|
|
Text
Bab 2_Kiesha Aurelia Rasedha_14050122140122.pdf - Submitted Version Download (303kB) |
|
|
Text
Bab 3_Kiesha Aurelia Rasedha_14050122140122.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (563kB) |
|
|
Text
Bab 4_Kiesha Aurelia Rasedha_14050122140122.pdf Download (128kB) |
|
|
Text
Bab 4_Kiesha Aurelia Rasedha_14050122140122.pdf Download (128kB) |
|
|
Text
Bab 4_Kiesha Aurelia Rasedha_14050122140122.pdf Download (128kB) |
|
|
Text
Bab 4_Kiesha Aurelia Rasedha_14050122140122.pdf - Submitted Version Download (128kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka_Kiesha Aurelia Rasedha_14050122140122.pdf - Submitted Version Download (216kB) |
Abstract
Arab Saudi merupakan salah satu negara penghasil minyak terbesar di dunia yang
selama beberapa dekade sangat bergantung pada sektor energi sebagai tulang
punggung perekonomiannya. Ketika harga minyak dunia anjlok drastis pada 2014,
Arab Saudi menyadari perlunya transformasi struktural yang kemudian
diwujudkan melalui agenda Saudi Vision 2030 yang diluncurkan oleh Putra
Mahkota Mohammed bin Salman pada 2016. Namun di balik ambisi transformasi
tersebut, Arab Saudi menanggung defisit reputasional yang berat di mata
komunitas internasional, ditandai dengan persepsi negatif yang melekat pada
catatan pelanggaran hak asasi manusia, hukum yang dianggap kaku, dan
pembatasan kebebasan sipil yang terus mendapat sorotan dunia.Penelitian ini
mempunyai tujuan menganalisis bagaimana penyelenggaraan dari mega event
sporting Formula 1 dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan soft power Arab
Saudi dengan Formula 1 sebagai instrumen sport diplomacy dalam kerangka
Vision 2030. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode
kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis, dimana data didapatkan dari
sumber sekunder yang berupa laporan lembaga internasional, dokumen resmi
pemerintah, media internasional, dan data terkait penyelenggaraan Grand Prix.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa operasional sport diplomacy melalui
Formula 1 yang bekerja pada tiga level secara bersamaan dalam mengambil
eksposur global dengan mengadakan siaran secara internasional, bekerjasama
dengan aktor strategis di kalangan olahraga, dan menjalin hubungan diplomatik
yang luas melalui jaringan bilateral yang nantinya membantu dalam peningkatan
soft power secara terstruktur yang dapat dilihat pada Brand Finance Global Soft
Power. Dengan demikian, temuan ini menunjukkan peran krusial dari penggunaan
olahraga sebagai instrumen kebijakan luar negeri dalam membantu meningkatkan
posisi soft power suatu negara.
Kata kunci: Soft Power, sport diplomacy, Formula 1, Arab Saudi
127 Hubungan Internasional 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of International Relations |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 02 Jul 2026 08:57 |
| Last Modified: | 02 Jul 2026 08:57 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/55802 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
