Saputra, Dimas (2026) ANALISIS TEGANGAN SISTEM PIPA MUATAN KAPAL TANKER PADA KONDISI BEBAN OPERASIONAL UNTUK MENGHINDARI KEGAGALAN STRUKTUR STUDI KASUS TANKER 6500 DWT. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
B5 DIMAS FULL.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (5MB) | Request a copy |
|
|
Text
B5 DIMAS_COVER.pdf - Published Version Download (580kB) |
|
|
Text
B5 DIMAS _BAB 1.pdf - Published Version Download (291kB) |
|
|
Text
B5 DIMAS _BAB 2.pdf - Published Version Download (439kB) |
|
|
Text
B5 DIMAS _BAB 3.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (553kB) | Request a copy |
|
|
Text
B5 DIMAS _BAB 4.pdf - Published Version Download (759kB) |
|
|
Text
B5 DIMAS _BAB 5.pdf - Published Version Download (252kB) |
|
|
Text
B5 DIMAS _DAPUS.pdf - Published Version Download (242kB) |
|
|
Text
B5 DIMAS _LAMPIRAN.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Sistem pipa muatan (cargo oil piping system) pada kapal tanker berfungsi menyalurkan
muatan cair selama proses bongkar muat dan menerima kombinasi beban berupa berat
sendiri pipa, berat fluida, tekanan internal, serta ekspansi termal yang dapat menimbulkan
tegangan dan deformasi struktur. Penurunan ketebalan dinding pipa berpotensi
menurunkan integritas sistem perpipaan sehingga diperlukan analisis tegangan sesuai
standar ASME B31.3. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi tegangan sistem pipa
muatan kapal tanker 6.500 DWT pada kondisi beban operasional, mengevaluasi pengaruh
penurunan ketebalan dinding pipa terhadap respons struktur, serta menentukan ketebalan
minimum yang masih memenuhi persyaratan ASME B31.3.
Penelitian dilakukan menggunakan metode simulasi numerik dengan perangkat lunak
CAESAR II berdasarkan standar ASME B31.3. Model sistem perpipaan dibangun
menggunakan material ASTM A106 Grade B, tekanan desain 4.500 kPa, dan temperatur
desain 60 °C. Analisis dilakukan pada kondisi baseline dengan ketebalan 8,18 mm serta
variasi ketebalan 7,18 mm, 6,18 mm, 5,18 mm, 4,18 mm, 3,53 mm sebagai
t<sub>design</sub>, dan 3,18 mm. Parameter yang dievaluasi meliputi Code Stress, Stress
Ratio, displacement, reaksi support, anchor load, dan code compliance.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi baseline menghasilkan Code Stress
Sustained sebesar 61.769,4 kPa dengan Stress Ratio sebesar 44,8%. Pada ketebalan
minimum desain 3,53 mm, Code Stress Sustained meningkat menjadi 121.449,9 kPa
dengan Stress Ratio sebesar 88,1%, sedangkan pada ketebalan 3,18 mm meningkat menjadi
131.866,1 kPa dengan Stress Ratio sebesar 95,6% dan masih memenuhi persyaratan ASME
B31.3. Penurunan ketebalan dinding pipa terbukti meningkatkan Code Stress Sustained,
Stress Ratio, dan displacement, sedangkan Code Stress Expansion relatif tidak mengalami
perubahan yang signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa t_design hasil
perhitungan ASME B31.3 perlu divalidasi melalui analisis fleksibilitas menggunakan
CAESAR II untuk memperoleh evaluasi integritas sistem perpipaan yang lebih
komprehensif.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | kapal tanker 6.500 DWT, sistem pipa muatan, analisis tegangan pipa, CAESAR II, ASME B31.3, ketebalan dinding pipa, stress ratio, code compliance. |
| Subjects: | Engineering |
| Divisions: | School of Vocation > Diploma in Ship Building |
| Depositing User: | Oktavia Perpus Vokasi |
| Date Deposited: | 02 Jul 2026 07:08 |
| Last Modified: | 02 Jul 2026 07:08 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/55726 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
