Sugiyanti, Anis (2026) ANALISIS RISIKO KETERLAMBATAN BERBASIS HOUSE OF RISK (HOR) PADA GUDANG FINISHED GOODS FIBER OPTIC PT MAJU BERSAMA GEMILANG KAWASAN INDUSTRI KENDAL. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text
TA FIX.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (5MB) | Request a copy |
|
|
Text
COVER (4)-1_merged.pdf - Published Version Download (2MB) |
|
|
Text
BAB 1 (5).pdf - Published Version Download (217kB) |
|
|
Text
BAB 2 (5)_260702_101126.pdf - Published Version Download (767kB) |
|
|
Text
BAB 3 (7).pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (353kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 4 (5).pdf - Published Version Download (713kB) |
|
|
Text
BAB 5 (5).pdf - Published Version Download (196kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA (3).pdf - Published Version Download (408kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN (6).pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (433kB) | Request a copy |
Abstract
Kinerja logistik perusahaan sangat dipengaruhi oleh ketepatan waktu pengiriman produk kepada pelanggan. Namun, aktivitas logistik outbound pada Gudang Finished Goods Fiber Optic PT Maju Bersama Gemilang masih menghadapi permasalahan keterlambatan pengiriman. Selama periode Januari–Desember 2025, rata-rata persentase keterlambatan mencapai 61,34% dari total volume pengiriman, bahkan pada bulan Februari, April, dan Juli seluruh pengiriman mengalami keterlambatan. Kondisi
tersebut dipengaruhi oleh berbagai kendala operasional, antara lain ketidaksesuaian spesifikasi produk dengan pesanan, gangguan pada sistem Warehouse Management System (WMS), keterbatasan kesiapan forklift, serta kurang optimalnya koordinasi antarbagian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber risiko yang menyebabkan keterlambatan logistik outbound dan menyusun usulan tindakan mitigasi menggunakan metode House of Risk (HOR). Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner yang melibatkan tiga informan, yaitu Manajer Gudang, Admin Gudang, dan Operator Gudang. Analisis dilakukan melalui HOR Fase 1 untuk menentukan prioritas risk agent berdasarkan nilai
Aggregate Risk Potential (ARP) dan HOR Fase 2 untuk menetapkan prioritas tindakan pencegahan berdasarkan nilai Effectiveness to Difficulty Ratio (ETD). Pembahasan penelitian menunjukkan terdapat 8 risk event dan 10 risk agent yang berpotensi menyebabkan keterlambatan pengiriman. Enam risk agent menjadi prioritas penanganan, sedangkan HOR Fase 2 menghasilkan sepuluh usulan mitigasi. Tiga tindakan prioritas meliputi penyusunan Form Goods Receipt berbasis spesifikasi
produk (ETD = 26.856), pelaksanaan daily coordination meeting antara produksi dan gudang (ETD = 16.809), serta penerapan verifikasi spesifikasi produk dua tahap (double check) (ETD = 13.428). Implementasi tindakan tersebut diharapkan mampu
meningkatkan efektivitas logistik pada perusahaan.
Kata kunci: House of Risk, Logistik Outbound, Risiko Keterlambatan
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | House of Risk, Logistik Outbound, Risiko Keterlambatan |
| Subjects: | Economics and Business > Management |
| Divisions: | School of Vocation > Diploma in Management |
| Depositing User: | Oktavia Perpus Vokasi |
| Date Deposited: | 02 Jul 2026 02:38 |
| Last Modified: | 02 Jul 2026 03:14 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/55593 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
