Khairunnisa, Syifa and Wahyudi, Fendy Eko and Hudaya, Maula (2026) WARISAN KOLONIAL BRITISH MUSEUM: ANALISIS KEENGGANAN UNTUK REPATRIASI ARTEFAK KOLONIAL. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.
|
Text
Syifa Khairunnisa_14050122130067_COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
Syifa Khairunnisa_14050122130067_BAB 1.pdf - Submitted Version Download (330kB) |
|
|
Text
Syifa Khairunnisa_14050122130067_BAB 2.pdf - Submitted Version Download (2MB) |
|
|
Text
Syifa Khairunnisa_14050122130067_BAB 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (250kB) |
|
|
Text
Syifa Khairunnisa_14050122130067_BAB 4.pdf - Submitted Version Download (175kB) |
|
|
Text
Syifa Khairunnisa_14050122130067_DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (237kB) |
|
|
Text
Syifa Khairunnisa_14050122130067_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (237kB) |
Abstract
Tuntutan repatriasi artefak kolonial terhadap museum-museum Barat terus
meningkat seiring berkembangnya gerakan dekolonisasi dan kritik terhadap
warisan imperialisme. Salah satu institusi yang paling sering menjadi sasaran
tuntutan tersebut adalah British Museum yang hingga saat ini masih
mempertahankan berbagai artefak kolonial dari berbagai wilayah dunia.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keengganan British Museum
terhadap repatriasi artefak kolonial menggunakan analisis diskursus kritis
pada narasi resmi dari British Museum dan Pemerintah Inggris. Penelitian ini
memanfaatkan teori poskolonialisme dengan dukungan konsep Authorized
Heritage Discourse (AHD) untuk memahami bagaimana legitimasi atas
kepemilikan artefak dibangun dan dipertahankan, serta konsep post-imperial
nostalgia untuk menganalisis respons British Museum terhadap tuntutan
repatriasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perdebatan mengenai
repatriasi artefak kolonial tidak hanya berkaitan dengan persoalan
kepemilikan benda budaya, tetapi juga melibatkan kontestasi legitimasi,
otoritas, dan representasi warisan budaya. Temuan penelitian memperlihatkan
adanya keterkaitan antara narasi yang digunakan untuk mempertahankan
koleksi kolonial dan posisi British Museum dalam tata kelola warisan budaya
di tingkat global.
Kata Kunci: Post-imperial nostalgia, Poskolonial, Repatriasi, British
Museum
109 Hubungan Internasional 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of International Relations |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 01 Jul 2026 07:58 |
| Last Modified: | 01 Jul 2026 07:58 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/55479 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
