VIKALISTA, ELLISA and Martini, Rina and Erowati, Dewi (2026) MODEL PENGEMBANGAN JABATAN FUNGSIONAL ANALIS KEBIJAKAN PADA PEMERINTAH KOTA BANJARMASIN. Doctoral thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK.
|
Text
Cover_Ellisa.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (850kB) |
|
|
Text
Bab I_Ellisa.pdf - Submitted Version Download (611kB) |
|
|
Text
Bab II_Ellisa.pdf - Submitted Version Download (1MB) |
|
|
Text
Bab III_Ellisa.pdf - Submitted Version Download (2MB) |
|
|
Text
Bab IV_Ellisa.pdf - Submitted Version Download (1MB) |
|
|
Text
Bab V_ellisa.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
|
|
Text
Bab VI_Ellisa.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
Bab VII_Ellisa.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
Bab VIII_Ellisa.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (540kB) |
|
|
Text
Dafpus_Ellisa.pdf - Submitted Version Download (533kB) |
|
|
Text
Lampiran_Ellisa.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebijakan penyederhanaan birokrasi yang mengalihkan jabatan administrasi ke jabatan fungsional, khususnya Jabatan Fungsional Analis Kebijakan (JFAK) di Pemerintah Kota Banjarmasin. Meskipun kebijakan ini membawa perubahan struktural, pengembangan JFAK masih menghadapi masalah seperti ketidaksesuaian nomenklatur, kompetensi teknis yang terbatas, dan ambiguitas peran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan JFAK dalam konteks reformasi birokrasi, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pengembangan tersebut, dan merumuskan model pengembangan yang berbasis pada tanggung jawab substantif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, dan data diperoleh melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terpumpun, serta studi dokumentasi terhadap pejabat struktural, pejabat fungsional, dan aktor kelembagaan di Pemko Banjarmasin. Analisis data dilakukan dengan reduksi, penyajian, dan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan JFAK terkendala oleh ketidaksesuaian nomenklatur, kurangnya kompetensi teknis, resistensi budaya kerja, serta rendahnya internalisasi tanggung jawab kinerja. Faktor yang memengaruhi pengembangan JFAK meliputi sistem norma birokrasi, kepemimpinan opini, agen perubahan, serta dukungan politik kelembagaan. Kebaruan dalam penelitian ini terletak pada usulan Model Pengembangan JFAK Berbasis Tanggung Jawab yang mengintegrasikan kompetensi individu dengan tanggung jawab substantif dan kinerja organisasi. Model ini juga menawarkan kebaruan dalam pengelolaan jabatan fungsional yang lebih terukur dan aplikatif untuk meningkatkan kualitas kebijakan publik. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam memahami hubungan antara pengembangan kompetensi dengan kinerja organisasi dalam konteks birokrasi daerah. Kesimpulannya, pengembangan JFAK membutuhkan pendekatan yang komprehensif, mengarah pada penugasan berbasis keahlian, serta sistem penilaian kinerja berbasis hasil. Limitasi penelitian ini adalah terbatasnya konteks Pemko Banjarmasin, jumlah partisipan yang terbatas, dan pengujian model yang belum dilakukan secara longitudinal.
Kata kunci: Analis Kebijakan, Jabatan Fungsional, Model Pengembangan Organisasi,
Reformasi Birokrasi, Tanggung Jawab Substantif
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Doctor Program in Social Science |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 19 Aug 2026 03:58 |
| Last Modified: | 19 Aug 2026 06:17 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/55426 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
