Anggita, Hemalia and Herawati, Nunik Retno (2026) TANTANGAN DALAM PEMBERDAYAAN DESA WISATA DI DESA JARUM KECAMATAN BAYAT KABUPATEN KLATEN KAJIAN TAHUN 2025. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK.
|
Text
Hemalia Anggita_14010122140141_Cover .pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (564kB) |
|
|
Text
Hemalia Anggita_14010122140141_BAB 1.pdf - Submitted Version Download (227kB) |
|
|
Text
Hemalia Anggita_14010122140141_BAB 2 .pdf - Submitted Version Download (848kB) |
|
|
Text
Hemalia Anggita_14010122140141_BAB 3 .pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (579kB) |
|
|
Text
Hemalia Anggita_14010122140141_BAB 4 .pdf - Submitted Version Download (112kB) |
|
|
Text
Hemalia Anggita_14010122140141_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (172kB) |
|
|
Text
Hemalia Anggita_14010122140141_LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan yang terjadi dalam proses
pemberdayaan Desa Wisata Jarum, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik
pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi
terhadap delapan informan yang terdiri dari unsur Dinas Kebudayaan Kepemudaan
Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Klaten, pemerintah desa, Pokdarwis, serta
pelaku usaha lokal. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles
dan Huberman. Proses pemberdayaan dianalisis menggunakan kerangka tahapan
pemberdayaan Sulistyani (2004) yang meliputi tahap penyadaran, peningkatan
kapasitas, dan kemandirian, sementara tantangan dianalisis menggunakan dimensi
tantangan pemberdayaan Mardikanto dan Soebiato (2013). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa proses pemberdayaan di Desa Wisata Jarum tidak berjalan di
atas kondisi masyarakat yang tidak berdaya, melainkan di atas fondasi potensi lokal
yang sudah hidup jauh sebelum program desa wisata hadir. Inisiatif masyarakat
dalam mengelola desa wisata terfragmentasi dan hanya berputar di dalam ekosistem
batik dan Pokdarwis tanpa melibatkan seluruh komponen masyarakat dan potensi
lainnya secara kolektif. Ketiga tahap pemberdayaan dapat diidentifikasi, namun
tidak berjalan secara linier dan kemandirian ekonomi-produksi merupakan kondisi
yang sudah lebih dahulu ada sebelum program hadir. Tantangan yang ditemukan
meliputi ketidakkonsistenan kebijakan promosi kabupaten akibat pergantian
kepemimpinan, ketimpangan jangkauan kelembagaan Pokdarwis terhadap sektor
non-batik, kurangnya kreativitas diversivikasi potensi, rendahnya regenerasi
pengrajin, kesenjangan kompetensi digital, dominasi produk batik, kurangnya
inisiatif oleh masyarakat, keterbatasan akses modal dan teknologi pemasaran, serta
ketergantungan pada event promosi eksternal. Tantangan-tantangan ini tidak berdiri
sendiri melainkan saling memperkuat satu sama lain sehingga membentuk
hambatan struktural yang membatasi ruang gerak pengembangan Desa Wisata
Jarum secara keseluruhan.
Kata kunci: pemberdayaan masyarakat, desa wisata, tahapan pemberdayaan,
tantangan pemberdayaan, Desa Jarum
175 Ilmu Pemerintahan 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Government Science |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 02 Jul 2026 07:08 |
| Last Modified: | 02 Jul 2026 07:08 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/55418 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
