Triswanto, Bima (2026) PENGARUH PERBEDAAN KAMPUH DAN ARUS PENGELASAN FCAW POSISI 3G TERHADAP KUALITAS MEKANIK DAN STRUKTUR MAKRO SAMBUNGAN LAS. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text
Tugas Akhir_Bima Triswanto.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (43MB) | Request a copy |
|
|
Text
Cover.pdf - Published Version Download (763kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf - Published Version Download (168kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text
BAB III.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (532kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB IV.pdf - Published Version Download (8MB) |
|
|
Text
BAB V.pdf - Published Version Download (146kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (124kB) |
|
|
Text
Lampiran.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (32MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini mengkaji pengaruh jenis kampuh (single bevel/V dan double bevel/X) dan kuat arus pengelasan (120 A dan 150 A) terhadap kualitas mekanik dan struktur makro sambungan las FCAW posisi 3G pada pelat baja ABS Grade A tebal 12 mm, yang dievaluasi melalui pengujian tarik (ASTM E8/E8M), impak (ASTM E23), dan makrografi (ASTM E340). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kampuh X secara konsisten menghasilkan performa lebih unggul dibandingkan kampuh V, dengan nilai rata-rata tegangan tarik maksimum mencapai 497 MPa (120X) dan 496,25 MPa (150X) berbanding 484,75 MPa (150V) dan 421,25 MPa (120V), serta rata-rata ketahanan impak 8,85–9,07 J/mm² berbanding 6,93–7,38 J/mm². Seluruh nilai tegangan luluh melampaui batas minimum BKI sebesar 235 MPa. Pengujian makrografi mengkonfirmasi bahwa kampuh X menghasilkan penetrasi bilateral yang lebih seragam dan HAZ yang simetris, sementara kampuh V menunjukkan penetrasi satu sisi dengan HAZ asimetris; variasi arus hanya memberikan pengaruh yang kecil dan tidak konsisten. Secara praktis, kampuh V lebih efisien dalam waktu dan material karena pengelasan dilakukan dari satu sisi dengan jumlah pass yang lebih sedikit, sehingga sesuai diterapkan pada sambungan pelat lambung dan pelat dek standar, sedangkan kampuh X yang lebih kuat dan tangguh direkomendasikan untuk sambungan struktural kritis seperti sambungan lunas dan girder memanjang. Dengan demikian, jenis kampuh merupakan parameter yang lebih dominan dibandingkan kuat arus dalam menentukan kualitas sambungan las FCAW posisi 3G.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Pengelasan FCAW, Kampuh V dan X, Variasi Arus, Posisi vertical keatas, Plat ABS Grade A, Pengujian Mekanik, Makrostruktur. |
| Subjects: | Engineering |
| Divisions: | School of Vocation > Diploma in Ship Building |
| Depositing User: | Oktavia Perpus Vokasi |
| Date Deposited: | 01 Jul 2026 07:25 |
| Last Modified: | 01 Jul 2026 07:25 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/55381 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
