SHAKTI, Galih Fajar (2026) PENGARUH INSTRUMEN MONETER SYARIAH TERHADAP PRODUKTIVITAS MANUFAKTUR DAN KONSUMSI RITEL DI INDONESIA. Undergraduate thesis, UNDIP: Fakultas Ekonomika & Bisnis.
|
Text (Cover)
1. S - Cover - 12020222130060.pdf - Published Version Download (3MB) |
|
|
Text (Abstrak (Inggris))
4. S - Abstrak (Inggris) - 12020222130060.pdf - Published Version Download (3MB) |
|
|
Text (Abstrak (Indonesia))
5. S - Abstrak (Indonesia) - 12020222130060.pdf - Published Version Download (3MB) |
|
|
Text (Daftar Isi)
6. S - Daftar Isi - 12020222130060.pdf - Published Version Download (3MB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
12. S - Daftar Pustaka - 12020222130060.pdf - Published Version Download (3MB) |
|
|
Text (Fulltext PDF Bookmarks)
16. S - Fulltext PDF Bookmarks - 12020222130060.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS) dan Fasilitas Simpanan Bank Indonesia Syariah (FASBIS) terhadap sektor riil Indonesia, yang diproksikan oleh Indeks Produksi Industri (IPI) dan Indeks Penjualan Riil (IPR). Studi terdahulu lebih banyak mengkaji transmisi moneter syariah pada sektor perbankan dan variabel makro agregat, sehingga dampaknya terhadap komponen sektoral sektor riil masih kurang dieksplorasi. Penelitian ini menganalisis pengaruh jangka pendek dan jangka panjang SBIS, FASBIS, nilai tukar, dan inflasi terhadap IPI dan IPR periode Januari 2016–Desember 2021 menggunakan metode ARDL Pesaran et al. (2001) dengan 72 observasi bulanan. Kointegrasi diuji melalui Bounds Test Narayan (2005), stabilitas model dievaluasi dengan CUSUM dan CUSUM of Squares.
Hasil estimasi mengkonfirmasi kointegrasi jangka panjang pada kedua model, ditunjukkan ECT negatif signifikan sebesar −0,340 (IPI) dan −0,477 (IPR). Dalam jangka pendek, FASBIS dan SBIS berpengaruh negatif signifikan terhadap IPI, nilai tukar berpengaruh negatif signifikan pada lag 3–4, dan inflasi berpengaruh positif signifikan. Terhadap IPR, FASBIS berpengaruh negatif signifikan pada lag 1 dan 3, nilai tukar berpengaruh positif signifikan pada lag 2, sedangkan SBIS dan inflasi tidak berpengaruh signifikan. Dalam jangka panjang, FASBIS, SBIS, nilai tukar, dan inflasi seluruhnya berpengaruh signifikan terhadap IPI, sementara tidak ada variabel yang berpengaruh signifikan terhadap IPR.
Temuan ini mengindikasikan pola transmisi yang asimetris antara sektor manufaktur dan ritel. Efektivitas instrumen moneter syariah lebih terasa pada sisi penawaran dibandingkan sisi permintaan, sehingga kalibrasi kebijakan yang mempertimbangkan karakteristik sektoral menjadi penting dalam perancangan kebijakan moneter syariah.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | SBIS, FASBIS, Kebijakan Moneter Syariah, ARDL, Sektor Riil |
| Subjects: | Economics and Business Economics and Business > Islamic Economics |
| Divisions: | Faculty of Economics and Business > Department of Islamic Economics |
| Depositing User: | IESP Lib |
| Date Deposited: | 01 Jul 2026 03:18 |
| Last Modified: | 01 Jul 2026 03:18 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/55282 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
