Puspita, Gracia Angelina Wahyu and Fatharini, Anjani Tri (2026) UPAYA BORNEO ORANGUTAN SURVIVAL FOUNDATION (BOSF) DALAM IMPLEMENTASI CONVENTION ON BIOLOGICAL DIVERSITY (CBD) PADA PERLINDUNGAN ORANGUTAN DI INDONESIA. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
Gracia Angelina W.P_14050122130047_COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (757kB) |
|
|
Text
Gracia Angelina W.P_14050122130047_BAB I.pdf - Submitted Version Download (425kB) |
|
|
Text
Gracia Angelina W.P_14050122130047_BAB II.pdf - Submitted Version Download (671kB) |
|
|
Text
Gracia Angelina W.P_14050122130047_BAB III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (987kB) |
|
|
Text
Gracia Angelina W.P_14050122130047_BAB IV.pdf - Submitted Version Download (188kB) |
|
|
Text
Gracia Angelina W.P_14050122130047_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (220kB) |
|
|
Text
Gracia Angelina W.P_14050122130047_LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (231kB) |
Abstract
Penelitian ini menganalisis upaya Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF)
dalam implementasi Convention on Biological Diversity (CBD) pada perlindungan
orangutan di Indonesia. Menggunakan konsep norm localization Amitav Acharya
(2004), penelitian ini menjelaskan upaya BOSF sebagai insider proponents serta
proses yang dilakukan oleh BOSF dalam lokalisasi CBD melalui mekanisme
framing, grafting dan pruning. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif
dengan tipe deskriptif melalui studi literatur dan wawancara. Hasil analisis
menunjukkan peran BOSF sebagai insider proponents ditunjukkan melalui
keterlibatan dalam perumusan kebijakan nasional. Pada mekanisme framing, BOSF
melakukan perubahan narasi orangutan dengan mengaitkannya pada aspek
kehidupan sehari-hari masyarakat serta memanfaatkan platform media digital
sebagai sarana peningkatan kesadaran masyarakat. Pada mekanisme grafting,
konservasi orangutan disesuaikan ke dalam aspek adat Suku Dayak Wehea.
Sementara itu, pembentukan PT RHOI menngindikasikan bahwa sebuah norma
dapat berjalan beriringan dengan kebijakan kehutanan nasional yang telah ada
sebelumnya tanpa perlu membentuk sebuah kebijakan baru. Pada mekanisme
pruning, terjadi pemangkasan norma access yang ada di dalam salah satu tujuan
utama CBD, yaitu Access and Benefit-Sharing (ABS), karena tidak sesuai dengan
posisi BOSF sebagai organisasi nirlaba. Penelitian ini menyimpulkan bahwa
implementasi norma internasional sangat ditentukan oleh kapasitas aktor lokal sebagai insider proponents dalam menegosiasikan, menyesuaikan, dan
menginternalisasi norma internasional sesuai dengan konteks lokal masing-masing.
Kata kunci: Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), Convention on
Biological Diversity, konservasi orangutan, norm localization
No.104 Hubungan Internasional 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of International Relations |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 30 Jun 2026 10:16 |
| Last Modified: | 30 Jun 2026 10:16 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/55181 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
