Search for collections on Undip Repository

Hubungan Ekspresi mRNA SOX2 dan microRNA-21 Dengan Disease-Free Survival Dan Overall Survival Pada Pasien Kanker Payudara Subtipe Luminal

Sentok, Lay Vie and Prajoko, Yan Wisnu and Suhartono, Suhartono and Riwanto, Ignatius and Heriyanto, Didik Setyo (2026) Hubungan Ekspresi mRNA SOX2 dan microRNA-21 Dengan Disease-Free Survival Dan Overall Survival Pada Pasien Kanker Payudara Subtipe Luminal. Masters thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of ABSTRAK - KTI] Text (ABSTRAK - KTI)
Abstrak - KTI bahasa Indonesia - Lay Vie.docx

Download (18kB)

Abstract

Latar Belakang: Kanker payudara subtipe luminal menunjukkan heterogenitas prognosis yang belum dapat dijelaskan secara memadai oleh faktor klinikopatologis konvensional. Biomarker molekuler seperti Sex Determining Region Y-Box 2 (SOX2) dan microRNA-21 (miR-21) berperan dalam progresi tumor dan berpotensi menjadi prediktor luaran klinis.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara ekspresi mRNA SOX2 dan miR-21 dengan kejadian kekambuhan, disease-free survival (DFS), dan overall survival (OS) pada pasien kanker payudara subtipe luminal.

Metode: Penelitian kohort retrospektif ini melibatkan 244 pasien kanker payudara subtipe luminal yang menjalani operasi definitif di RSUP Dr. Kariadi dan Rumah Sakit Ken Saras pada tahun 2019–2024. Ekspresi mRNA SOX2 dan miR-21 diukur dari jaringan formalin-fixed paraffin-embedded (FFPE) menggunakan real-time quantitative polymerase chain reaction (RT-qPCR). Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Mann–Whitney, Chi-square, serta analisis Kaplan–Meier dengan uji log-rank, disertai model regresi Cox univariat dan multivariat. Nilai kemaknaan statistik ditetapkan pada p < 0,05.

Hasil: Analisis biomarker sebagai variabel kontinu tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kejadian kekambuhan maupun kematian (seluruh p > 0,05). Namun, analisis Kaplan–Meier berdasarkan distribusi kuintil menunjukkan perbedaan bermakna pada OS berdasarkan ekspresi mRNA SOX2 (p = 0,011), dengan kuintil kedua (Q2: 13,930–17,148) menunjukkan prognosis terburuk. Analisis bivariat menunjukkan bahwa ekspresi mRNA SOX2 pada rentang Q2 berhubungan dengan peningkatan risiko kematian (OR 2,45; IK95% 1,28–4,71; p = 0,006). Ekspresi miR-21 yang rendah (≤2,297) berhubungan dengan peningkatan risiko kekambuhan (OR 1,70; IK95% 1,01–2,84; p = 0,044) serta DFS yang secara bermakna lebih pendek dibandingkan kelompok dengan ekspresi lebih tinggi (29,70 vs. 62,35 bulan; p = 0,036). Analisis regresi Cox multivariat mengonfirmasi bahwa ekspresi mRNA SOX2 pada Q2 merupakan faktor prognostik independen terhadap OS (HR 2,81; IK95% 1,60–4,93; p < 0,001), sedangkan miR-21 tidak merupakan prediktor independen terhadap DFS setelah dilakukan penyesuaian terhadap variabel klinikopatologis.

Kesimpulan: Ekspresi mRNA SOX2 pada kuintil kedua merupakan faktor prognostik independen yang berhubungan dengan penurunan overall survival pada pasien kanker payudara subtipe luminal. Meskipun ekspresi miR-21 yang rendah berkaitan dengan peningkatan risiko kekambuhan dan pemendekan disease-free survival, biomarker ini tidak terbukti sebagai prediktor independen setelah dilakukan penyesuaian terhadap faktor perancu.

Kata kunci: kanker payudara, subtipe luminal, mRNA SOX2, miR-21, disease-free survival, overall survival.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: kanker payudara, subtipe luminal, mRNA SOX2, miR-21, disease-free survival, overall survival.
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 29 Jun 2026 03:14
Last Modified: 29 Jun 2026 03:14
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/54329

Actions (login required)

View Item View Item