NURDIN, Asep (2026) PENERIMAAN TEKNOLOGI DALAM IMPLEMENTASI BRIMEN: STUDI KONTEKSTUAL PADA BRI DI WILAYAH URBAN DAN RURAL SERTA SEGMEN MIKRO DAN SME. Masters thesis, UNDIP ; Fakultas Ekonomika & Bisnis.
|
Text (Cover)
1. T - Cover - 12010124413102.pdf - Published Version Download (285kB) |
|
|
Text (Abstrak (Inggris))
4. T - Abstrak (Inggris) - 12010124413102.pdf - Published Version Download (378kB) |
|
|
Text (Abstrak (Indonesia))
5. T - Abstrak (Indonesia) - 12010124413102.pdf - Published Version Download (424kB) |
|
|
Text (Daftar Isi)
6. T - Daftar Isi - 12010124413102.pdf - Published Version Download (385kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
12. T - Daftar Pustaka - 12010124413102.pdf - Published Version Download (406kB) |
|
|
Text (Fulltext PDF Bookmarks)
16. T - Fulltext PDF Bookmarks - 12010124413102.pdf Restricted to Repository staff only Download (11MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengalaman pengguna internal aplikasi
BRIMEN pada petugas operasional kredit dan supervisor operasional kredit dalam
empat konteks operasional, yaitu Urban–Mikro, Urban–SME, Rural–Mikro, dan
Rural–SME, serta menganalisis peran Perceived Ease of Use (PEOU) dan
Perceived Usefulness (PU) dalam penerimaan teknologi. Penelitian menggunakan
pendekatan mixed method dengan desain studi kasus deskriptif, di mana data
kualitatif dan kuantitatif dikumpulkan melalui teknik stratified sampling. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa penerimaan teknologi BRIMEN pada pekerja Bank
Rakyat Indonesia (BRI) dipengaruhi secara signifikan oleh Perceived Usefulness
(PU) dan Perceived Ease of Use (PEOU), di mana persepsi manfaat dan kemudahan
penggunaan menjadi faktor utama dalam membentuk pengalaman pengguna pada
berbagai konteks operasional. Pengalaman penggunaan BRIMEN menunjukkan
perbedaan antara wilayah urban dan rural, serta pada segmen mikro dan SME. Pada
wilayah urban, BRIMEN dipersepsikan lebih efektif dalam mendukung efisiensi
administrasi kredit, monitoring dokumen, dan percepatan proses kerja karena
didukung infrastruktur, pembagian fungsi kerja, manajerial, dan literasi digital
yang relatif lebih baik, meskipun masih terdapat kendala pada proses scanning dan
kejelasan alur approval. Sebaliknya, pada wilayah rural implementasi BRIMEN
masih menghadapi tantangan struktural berupa keterbatasan fasilitas, kualitas
jaringan, beban kerja ganda terutama di segmen Mikro, rendahnya kesiapan digital,
serta masih adanya penggunaan sistem legacy secara paralel sehingga pemanfaatan
sistem belum optimal. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa persepsi
terhadap kemudahan dan manfaat penggunaan BRIMEN sangat dipengaruhi oleh
kualitas infrastruktur, dukungan organisasi, kejelasan SOP, dan kemampuan digital
pengguna. Oleh karena itu, optimalisasi implementasi BRIMEN memerlukan
intervensi operasional yang bersifat kontekstual melalui penguatan infrastruktur,
penyederhanaan SOP digital, penataan pembagian peran kerja, peningkatan fitur
monitoring dan notifikasi sistem, serta penguatan pelatihan dan literasi digital agar
manfaat sistem dapat dirasakan secara lebih merata pada seluruh unit kerja BRI.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Technology Acceptance Model (TAM), Perbankan, Digitalisasi Tata Kelola Dokumen |
| Subjects: | Economics and Business > Management |
| Divisions: | Faculty of Economics and Business > Department of Management |
| Depositing User: | Manajemen Lib |
| Date Deposited: | 22 Jun 2026 03:54 |
| Last Modified: | 22 Jun 2026 03:54 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/53260 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
