Nafiisah, Muzaina (2026) PENENTUAN WILAYAH POTENSIAL SEBAGAI PUSAT PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text
Muzaina Nafiisah_Tugas Akhir.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (6MB) | Request a copy |
|
|
Text
COVER.pdf - Published Version Download (572kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf - Published Version Download (653kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf - Published Version Download (386kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf - Published Version Download (558kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text
BAB V.pdf - Published Version Download (201kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (247kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf - Published Version Download (4MB) |
Abstract
Pembangunan ekonomi wilayah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih menghadapi ketimpangan yang relatif tinggi dengan rata-rata Gini Ratio tahun 2021–2025 sebesar 0,437. Ketimpangan tersebut dipengaruhi oleh konsentrasi aktivitas ekonomi, fasilitas pelayanan, dan aksesibilitas pada wilayah tertentu sehingga mendorong perlunya penentuan wilayah potensial sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang mampu mendukung pemerataan pembangunan. Penelitian sebelumnya umumnya hanya menggunakan satu atau dua metode analisis secara terpisah sehingga belum mampu menjelaskan hubungan antara kelengkapan fasilitas, interaksi spasial, pertumbuhan ekonomi, dan sektor unggulan secara komprehensif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menentukan wilayah potensial sebagai pusat dan sub-pusat pertumbuhan ekonomi di DIY, menganalisis sektor unggulan pendukungnya, serta mengaitkannya dengan arahan RTRW DIY 2023–2043 dan RPJMD DIY 2022–2027.
Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan data sekunder berupa fasilitas pelayanan, jumlah penduduk, jarak antarwilayah, PDRB, PDRB per kapita, dan laju pertumbuhan ekonomi. Wilayah kajian meliputi Kabupaten Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul. Analisis pusat pelayanan menunjukkan bahwa Sleman dan Kulon Progo menempati hierarki I. Analisis interaksi spasial menggunakan metode gravitasi menunjukkan interaksi spasial terkuat terjadi antara Sleman dan Bantul (hierarki I), Sleman dengan Kulon Progo (hierarki II), Sleman dengan Gunungkidul (hierarki III). Analisis wilayah potensial menggunakan metode Tipologi Klassen mengidentifikasi Sleman sebagai wilayah maju dan tumbuh cepat (kuadran I), Kulon Progo sebagai wilayah maju tapi tertekan (kuadran III), Bantul dan Gunungkidul sebagai wilayah hinterland (kuadran IV). Analisis LQ menunjukkan Sleman dan Bantul memiliki 6 sektor basis, Gunungkidul 7 sektor basis, dan Kulon Progo 8 sektor basis. Hasil penelitian menunjukkan Sleman sebagai pusat pertumbuhan, Kulon Progo dan Bantul sebagai sub pusat pertumbuhan, Gunungkidul sebagai wilayah hinterland yang divisualisasikan dalam bentuk peta wilayah potensial sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam penyusunan kebijakan pembangunan wilayah, pengembangan ekonomi lokal, serta pemerataan pembangunan melalui mekanisme spread effect.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Gravitasi, Indeks Sentralitas Marshall, Location Quentient, Pusat Pertumbuhan Ekonomi, Skalogram, Tipologi Klassen. |
| Subjects: | Engineering > Urban and Regional Planning |
| Divisions: | School of Vocation > Diploma in Urban and Regional Planning |
| Depositing User: | Oktavia Perpus Vokasi |
| Date Deposited: | 19 Jun 2026 06:38 |
| Last Modified: | 19 Jun 2026 06:38 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/53151 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
