Milanis, Vania Leila Hamidah and Anggorowati, Anggorowati (2026) Gambaran Tingkat Stres pada Santriwati yang Mengalami Menarche Dini di Pondok Pesantren. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text
22020122140140_Vania Leila Hamidah Milanis_Halaman awal.pdf Download (845kB) |
|
|
Text
22020122140140_Vania Leila Hamidah Milanis_Bab 1.pdf Restricted to Registered users only Download (327kB) |
|
|
Text
22020122140140_Vania Leila Hamidah Milanis_Bab 2.pdf Restricted to Registered users only Download (608kB) |
|
|
Text
22020122140140_Vania Leila Hamidah Milanis_Bab 3.pdf Restricted to Registered users only Download (428kB) |
|
|
Text
22020122140140_Vania Leila Hamidah Milanis_Bab 4.pdf Restricted to Registered users only Download (418kB) |
|
|
Text
22020122140140_Vania Leila Hamidah Milanis_Bab 5.pdf Restricted to Registered users only Download (254kB) |
|
|
Text
22020122140140_Vania Leila Hamidah Milanis_Bab 6.pdf Restricted to Registered users only Download (22kB) |
|
|
Text
22020122140140_Vania Leila Hamidah Milanis_Daftar Pustaka.pdf Download (245kB) |
|
|
Text
22020122140140_Vania Leila Hamidah Milanis_Lampiran.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
|
|
Text
22020122140140_Vania Leila Hamidah Milanis_Skripsi Full Teks.pdf Restricted to Registered users only Download (5MB) |
Abstract
Menarche dini, didefinisikan sebagai onset menstruasi pertama sebelum usia 12 tahun, merupakan fenomena yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia. Santriwati di pondok pesantren yang mengalami menarche dini menghadapi tantangan psikologis unik akibat keterbatasan akses keluarga, regulasi lingkungan yang ketat, dan minimnya edukasi kesehatan reproduksi. Menggambarkan tingkat stres pada santriwati yang mengalami menarche dini di Pondok Pesantren Al Asror Semarang. Studi deskriptif dengan pendekatan survei dilaksanakan pada April 2026. Sebanyak 117 santriwati yang mengalami menarche dini dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner karakteristik responden dan DASS-42 subskala stres, dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa distribusi frekuensi dan persentase. Paling banyak responden mengalami stres sedang (31,6%), diikuti normal (27,4%), berat (21,4%), ringan (15,4%), dan sangat berat (4,3%). Dimensi emosional merupakan manifestasi stres paling dominan: iritabilitas (“mudah merasa kesal”) menjadi gejala yang paling sering dialami, dengan 62,4% responden menjawab “lumayan sering” atau “sering sekali.” Dimensi perilaku menunjukkan efek protektif pendidikan karakter Islam, dengan item kesabaran mencatat jawaban “tidak pernah” tertinggi (33,3%). Dimensi fisik paling rendah, didukung oleh rutinitas ibadah dan jadwal terstruktur yang memberikan pemulihan psikofisiologis berkala. Sebagian besar santriwati berada pada kategori stres sedang, dengan lebih dari dua pertiga mengalami stres di atas normal. Dimensi emosional merupakan manifestasi paling dominan. Tingkat stres lebih tinggi cenderung pada usia menarche lebih muda, masa tinggal tahun pertama, dan anak pertama. Intervensi regulasi emosi berbasis spiritualitas Islam direkomendasikan sebagai respons terhadap dominannya stres emosional-reaktif pada santriwati dengan riwayat menarche dini di pondok pesantren.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Menarche Dini, Pondok Pesantren, Tingkat Stres |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Department of Nursing |
| Depositing User: | Keperawatan Undip |
| Date Deposited: | 19 Jun 2026 06:59 |
| Last Modified: | 19 Jun 2026 06:59 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/53146 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
