Rohmah, Hana Maryam (2026) TRANSISI KEHIDUPAN SANTRI LANSIA DI PONDOK PESANTREN KASEPUHAN RADEN RAHMAT, BANYUBIRU, KABUPATEN SEMARANG DALAM KERANGKA LIFESTYLE MIGRATION. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.
|
Text
HANA MARYAM ROHMAH_13040222140094 Cov.pdf Download (465kB) |
|
|
Text
HANA MARYAM ROHMAH_13040222140094 Abs.pdf Download (149kB) |
|
|
Text
HANA MARYAM ROHMAH_13040222140094 Bab I.pdf Download (438kB) |
|
|
Text
HANA MARYAM ROHMAH_13040222140094 Bab II.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
HANA MARYAM ROHMAH_13040222140094 OK.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Indonesia sedang memasuki era aging society, ditandai dengan bertambahnya populasi
penduduk berusia lanjut secara signifikan. Di tahun 2024–2025 jumlah penduduk
lansia di Indonesia mencapai hingga 29 juta jiwa. Seiring bertambahnya penduduk
lansia, muncul fasilitas yang menunjang kehidupan lansia, seperti panti jompo atau
senior school. Selain itu, terdapat pilihan alternatif berbasis keagamaan bagi lansia,
seperti Pesantren Lansia Kasepuhan Raden Rahmat di Banyubiru, Kabupaten
Semarang. Penelitian ini merumuskan dua masalah, yaitu bagaimana proses transisi
kehidupan santri lansia di PPKRR? dan bagaimana perpindahan tersebut mengubah
gaya hidup dan pemaknaan baru di kehidupan lansia? Tujuan penelitian ini menjawab
dua pertanyaan tersebut dengan mendeskripsikan proses transisi kehidupan lansia dan
menganalisis perubahan gaya hidup dan pemaknaan kehidupan di usia lanjut. Metode
penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah fenomenologi untuk
mengungkap esensi pengalaman dari informan dengan mendalam. Pengumpulan data
dilakukan dengan observasi partisipatif dan wawancara mendalam. Informan
merupakan lima orang santri lansia mukim di PPKRR, penentuan informan ditentukan
secara purposive dengan bantuan snowball sampling. Untuk menganalisis fenomena
ini digunakan teori sakral dan profan dari Durkheim serta lifestyle migration. Hasil
penelitian menemukan bahwa perpindahan lansia didorong oleh krisis relasional
keluarga, pergeseran peran domestik, kesadaran akan kematian, penyesalan spiritual,
dan kebutuhan komunitas sefrekuensi. Proses ini merupakan bentuk pemisahan
simbolik dari "dunia profan" ke "dunia sakral". PPKRR memfasilitasi terjadinya
lifestyle migration, di mana migrasi tidak hanya mengejar quality of life, tetapi juga
quality of death. Lebih jauh, para santri lansia menunjukkan agensi yang kuat sebagai
aktor aktif yang mampu menentukan nasib sendiri, sekaligus mentransformasikan
subjektivitas mereka dari citra "orang terbuang" menjadi “lansia yang meniti akhir
hayat”.
Kata kunci: lansia, pesantren, sakral, profan, lifestyle migration, quality of death.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | lansia, pesantren, sakral, profan, lifestyle migration, quality of death. |
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Social Anthroplogy |
| Depositing User: | Tugirin |
| Date Deposited: | 10 Jun 2026 08:56 |
| Last Modified: | 10 Jun 2026 08:56 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/52172 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
