PURWIRATNO, Hari Widodo (2010) ANALISIS EFISIENSI KINERJA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA DI KANWIL DJP JAWA TENGAH I DALAM RANGKA PENCAPAIN PENERIMAAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN. Masters thesis, UNDIP: Fakultas Ekonomika dan Bisnis.
|
Text (Cover)
1.T-Cover-C4B004108.pdf - Published Version Download (171kB) |
|
|
Text (Abstrak (Inggris))
4.T-Abstrak (Inggris)-C4B004108.pdf - Published Version Download (463kB) |
|
|
Text (Abstrak (Indonesia))
5.T-Abstrak (Indonesia)-C4B004108.pdf - Published Version Download (471kB) |
|
|
Text (Daftar Isi)
6.T-Daftar Isi-C4B004108.pdf - Published Version Download (352kB) |
|
|
Text (Fulltext PDF Bookmarks)
16.T-Fulltext PDF Bookmarks-C4B004108.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Melihat pentingnya penerimaan PBB yang merupakan bukti peran serta
masyarakat dalam pembiayaan pembangunan, maka sangat penting untuk melihat
dari kinerja Direktorat Jenderal Pajak (DJP), dalam hal ini Kantor Pelayanan Pajak
(KPP) Pratama dalam mengelola dan mengamankan penerimaan PBB.
Penerimaan PBB di Kanwil DJP Jawa Tengah I dilaksanakan oleh 16 KPP
Pratama. Pemungutan PBB oleh sebagian KPP Pratama di wilayah Kanwil DJP Jawa
Tengah I belum efisien, hal ini terlihat dari:
Wilayah yang telah dikenakan PBB baru 97,16% dari luas wilayah yang dapat
dikenakan PBB.
Jumlah Kepala Keluarga (KK) yang mempunyai ketetapan di atas Rp300.000,-
hanya 6,8% dari jumlah Wajib Pajak Orang Pribadi.
Tunggakan PBB Tahun 2009 adalah Rp335.300.703.000,- yang merupakan 43%
dari jumlah penerimaan PBB Tahun 2009 sebesar Rp770.754.801.000,-
Penelitian ini menghasilkan nilai efisiensi teknis suatu unit kegiatan ekonomi,
dalam hal ini KPP Pratama dan membandingkan secara relatif terhadap KPP Pratama
yang lain dengan menggunakan Data Envelopment Analysis (DEA).
KPP dikatakan efisien apabila rasio perbandingan output terhadap input-nya sama
dengan satu dan KPP dikatakan kurang atau tidak efisien apabila nilai perbandingan
antara output terhadap input-nya berada di antara 0 dan 1 (0 ≤ output/input ≤ 1).
Hasil pengolahan terhadap data yang ada dengan analisis teknis menyatakan bahwa
beberapa KPP Pratama dengan nilai efisien radial 100% pada Tahun 2009, yaitu KPP
Tegal, Semarang Tengah II, Pekalongan, Pati, Kudus, Blora, dan Batang; sehingga
KPP-KPP tersebut sudah tidak ada lagi pemborosan dalam penggunaan inputinputnya
atau
telah
mampu
memanfaatkan
semua
inputnya
secara
optimal.
Adapun
KPP-KPP yang kurang efisien pada Tahun 2009 adalah KPP Pratama
Semarang Gayamsari, Semarang Selatan, Semarang Barat, Semarang Timur,
Semarang Tengah I, Jepara, Demak, dan Salatiga. KPP Pratama Salatiga memiliki
radial terendah, yaitu 78,41% dan KPP Semarang Gayamsari efisien radialnya
98,64%.
Efisien KPP Pratama tersebut dapat ditingkatkan dengan cara:
1. Meningkatkan jumlah wilayah yang dikenakan PBB secara bertahap dengan
melakukan pemetaan dan pendataan wilayah-wilayah yang belum dikenakan PBB,
2. Mendayagunakan Sumber Daya Manusia secara lebih efisien dan efektif, sehingga
cakupan wilayah yang mempunyai NOP dan pencairan tunggakan PBB setiap
tahun semakin meningkat.
3. Menggalakkan program kampanye PBB dan penyuluhan kepada masyarakat serta
pendekatan kepada aparat pemda.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Economics and Business > Economic Sciences Economics and Business |
| Divisions: | Faculty of Economics and Business > Master Program in Economics and Development Studies |
| Depositing User: | gunawan kusmantyo |
| Date Deposited: | 04 Jun 2026 06:45 |
| Last Modified: | 04 Jun 2026 06:45 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/51823 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
