Cahyani, Fitri Dwi (2026) BENTUK, MAKNA KULTURAL, DAN RELASI SATUAN LINGUAL DALAM SESAJI TRADISI SEDEKAH LAUT DI KABUPATEN JEPARA (Kajian Antropolinguistik). Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.
|
Text
SI 2437 SKRIPSI FITRI DWI CAHYANI-13010122120006 Cover.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
SI 2437 SKRIPSI FITRI DWI CAHYANI-13010122120006 Abst.pdf Download (287kB) |
|
|
Text
SI 2437 SKRIPSI FITRI DWI CAHYANI-13010122120006 BAB I.pdf Download (324kB) |
|
|
Text
SI 2437 SKRIPSI FITRI DWI CAHYANI-13010122120006 BAB II.pdf Download (413kB) |
|
|
Text
SI 2437 SKRIPSI FITRI DWI CAHYANI-13010122120006 ok.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Cahyani, Fitri Dwi. 2026. “Bentuk, Makna Kultural, dan Relasi Satuan Lingual
dalam Sesaji Sedekah Laut di Kabupaten Jepara: Kajian
Antropolinguistik”. Skripsi (S-1). Fakultas Ilmu Budaya Universitas
Diponegoro Semarang. Pembimbingan Drs. M. Hermintoyo, M.Pd.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, makna kultural, dan relasi
satuan lingual dalam sesaji pada tradisi sedekah laut di Kabupaten Jepara. Tradisi
sedekah laut merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat pesisir yang
berkaitan dengan nilai budaya, kepercayaan, dan pengetahuan lokal yang
diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
deskriptif dengan kajian antropolinguistik. Teori yang digunakan meliputi teori
Antropolinguistik, teori bantuk kata dan frasa, teori kebudayaan, teori makna
kultural, teori pengetahuan lokal, dan teori Sapir Whorf. Data penelitian berupa
istilah-istilah sesaji yang berkaitan dengan pelaksanaan sedekah laut. Metode
pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan teknik pengumpulan data
dilakukan dengan cara wawancara, rekam dan catat, serta dokumentasi. Metode
analisis data menggunakan metode padan dan teknik analisis data menggunakan
teknik pilah unsur penentu atau PUP. Penyajian hasil analisis data dilakukan secara
informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa satuan lingual yang ditemukan
dalam sesaji tradisi sedekah laut terdiri atas bentuk kata dan frasa yang merujuk
pada sesaji dalam sedekah laut, seperti sesaji yang menunjukkan kata benda serta
frasa yang menggambarkan gabungan unsur sesaji. Sesaji dalam tradisi sedekah laut
tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap ritual, tetapi mengandung makna kultural
yang merepresentasikan pandangan hidup masyarakat Jepara. Setiap satuan lingual
yang digunakan untuk menyebut sesaji membentuk cara berpikir dan cara
memaknai realitas sosial, religius, dan alam sekitarnya. Makna kultural tersebut
mencerminkan nilai syukur, keselamatan, kemakmuran, kesucian, keharmonisan,
hubungan antara manusia, alam, dan kekuatan spiritual. Selain itu, relasi satuan
lingual yang terdapat dalam penyebutan sesaji dan prosesi ritual menunjukkan
keterkaitan antara bahasa dan sistem kepercayaan masyarakat, sehingga bahasa
dalam tradisi sedekah laut tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi
juga sebagai simbol budaya yang merepresentasikan pandangan hidup masyarakat
pesisir. Temuan ini memperlihatkan bahwa bahasa berperan penting sebagai sarana
pewarisan pengetahuan lokal dan identitas budaya masyarakat.
Kata kunci: antropolinguistik, makna kultural, sedekah laut, sesaji, kearifan lokal.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | antropolinguistik, makna kultural, sedekah laut, sesaji, kearifan lokal. |
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Indonesian Literature |
| Depositing User: | Tugirin |
| Date Deposited: | 03 Jun 2026 06:47 |
| Last Modified: | 03 Jun 2026 06:47 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/51711 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
