Kania, Adira and Wahyudi, Fendy Eko (2026) ANALISIS TINGKAT KEPATUHAN MYANMAR TERHADAP REZIM INTERNASIONAL DALAM KERJA SAMANYA DENGAN TIONGKOK TERKAIT ISU PERDAGANGAN SATWA LIAR ILEGAL SEBAGAI ANCAMAN KEAMANAN NON-TRADISIONAL. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
ADIRA KANIA_14050122120004_COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
ADIRA KANIA_14050122120004_BAB I.pdf - Submitted Version Download (313kB) |
|
|
Text
ADIRA KANIA_14050122120004_BAB II.pdf - Submitted Version Download (726kB) |
|
|
Text
ADIRA KANIA_14050122120004_BAB III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (384kB) |
|
|
Text
ADIRA KANIA_14050122120004_BAB IV.pdf - Submitted Version Download (198kB) |
|
|
Text
ADIRA KANIA_14050122120004_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (224kB) |
Abstract
Perdagangan satwa liar ilegal yang terjadi di wilayah perbatasan Myanmar-
Tiongkok dengan melibatkan Myanmar sebagai negara pemasok dan Tiongkok
sebagai negara tujuan utama, telah menjadi salah satu isu keamanan lingkungan
global yang menjadi perhatian dalam rezim internasional, terutama melalui
Convention on International Trade ini Endangered Species of Wild Fauna and Flora
(CITES). Sebagai negara sumber dan jalur perdagangan satwa liar, Myanmar
memiliki peran penting dalam menangani perdagangan satwa liar ilegal tersebut,
termasuk melalui kerja samanya dengan Tiongkok. Kerja sama antara Myanmar
dan Tiongkok tersebut dipimpin oleh WCS (Wildlife Conservation Society) sebagai
organisasi lingkungan internasional. Melalui kerja sama tersebut, Myanmar dan
Tiongkok telah menghasilkan beberapa implementasi program kerja sama yang
sesuai dengan Resolusi Kepatuhan dan Penegakan Hukum 11.3 CITES. Dengan
demikian, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai implementasi kerja
sama dan tingkat kepatuhan Myanmar terhadap CITES terkait isu perdagangan
satwa liar ilegal di wilayah perbatasan Myanmar-Tiongkok. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, serta
menggunakan kerangka pemikiran berupa teori kepatuhan dengan tiga indikator
kepatuhan, yaitu output, outcome, dan impact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
tingkat kepatuhan Myanmar dikategorikan sebagai good faith non-compliance,
dimana Myanmar telah berupaya untuk mematuhi komitmennya terhadap CITES,
namun belum mampu mencapai tujuan kerja samanya secara optimal. Hal ini
menunjukkan bahwa ketidakpatuhan Myanmar bukanlah sesuatu yang disengaja
untuk menolak atau melanggar ketentuan rezim, namun dikarenakan adanya
pengaruh faktor-faktor seperti keterbatasan kapasitas dan kondisi politik domestik.
Kata Kunci: Perdagangan Satwa Liar Ilegal, Kepatuhan, CITES, Myanmar,
Tiongkok
No.75 Hubungan Internasional 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of International Relations |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 19 May 2026 07:03 |
| Last Modified: | 19 May 2026 07:03 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/51087 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
