AULIA, Adinda Azkiatul (2026) Profil Nilai Standardized Uptake Value dan Signal To Noise Ratio Organ Normal Pada Pemeriksaan PET/CT F-18 FDG. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Archive
pengajuanbebasperpustaakanfakultas_adindaazkiatulaulia.zip Restricted to Repository staff only Download (6MB) | Request a copy |
|
|
Text
1. Cover.pdf Download (282kB) |
|
|
Text
4. HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI.pdf Download (113kB) |
|
|
Text
6. KATA PENGANTAR.pdf Download (289kB) |
|
|
Text
7. DAFTAR ISI.pdf Download (280kB) |
|
|
Text
12. ABSTRAK.pdf Download (267kB) |
|
|
Text
13. ABSTRACT.pdf Download (301kB) |
|
|
Text
14. BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (291kB) |
|
|
Text
19. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (282kB) |
Abstract
Pemeriksaan Positron Emission Tomography/Computed Tomography
(PET/CT) menggunakan tracer ¹⁸F-Fluorodeoxyglucose (¹⁸F-FDG) merupakan
modalitas pencitraan fungsional yang luas digunakan dalam evaluasi klinis,
khususnya bidang onkologi. Kuantifikasi uptake FDG dinyatakan dalam bentuk
Standardized Uptake Value (SUV), sedangkan kualitas citra dapat dievaluasi
menggunakan parameter Signal to Noise Ratio (SNR). Penelitian ini bertujuan
menyusun profil kuantitatif nilai SUVrerata dan SNR pada organ normal sebagai
referensi fisiologis dalam pemeriksaan PET/CT F-18 FDG. Penelitian dilakukan
secara observasional retrospektif dengan pendekatan deskriptif dan inferensial
eksploratif terhadap 22 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Pengukuran
SUVrerata dan simpangan baku dilakukan pada liver, aorta, dan paraspinal
menggunakan Region of Interest (ROI) yang distandardisasi berbasis massa tubuh.
Nilai SNR dihitung sebagai rasio antara SUVrerata dan simpangan baku pada ROI
yang sama. Hasil menunjukkan bahwa SUVrerata liver sebesar 1,43 ± 0,14 dengan
koefisien variasi terendah (9,93%), diikuti aorta sebesar 1,04 ± 0,16 dan paraspinal
sebesar 0,41 ± 0,05. SUV liver dan aorta menunjukkan hubungan signifikan dengan
waktu uptake (p < 0,05), sedangkan SUV aorta juga berasosiasi positif dengan
indeks massa tubuh. Nilai SNR tertinggi ditemukan pada liver (6,97 ± 1,14),
dibandingkan aorta (7,44 ± 1,53) dan paraspinal (5,04 ± 1,45), dengan variabilitas
tertinggi pada paraspinal. Tidak ditemukan hubungan signifikan antara faktor
fisiologis pasien dan variasi SNR.Disimpulkan bahwa organ normal, khususnya
liver dan aorta, menunjukkan profil SUVrerata dan SNR yang relatif stabil pada
protokol yang digunakan, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai referensi
kuantitatif awal dalam evaluasi kualitas citra PET/CT FDG.
Kata Kunci : PET/CT FDG; SUVrerata; SNR; organ normal
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Physics |
| Depositing User: | Yemima Laras Sekarsari |
| Date Deposited: | 12 May 2026 08:07 |
| Last Modified: | 12 May 2026 08:07 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/50835 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
