Camalia, Farhah Millati and Yuniningsih, Tri and Dwimawanti, Ida Hayu (2022) Actor Network Dalam Pengembangan Pariwisata Di Daerah Istimewa Yogyakarta Pada Masa Pandemi Covid-19. Masters thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK.
|
Text
SAMPUL.pdf - Submitted Version Download (416kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf - Submitted Version Download (568kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf - Submitted Version Download (229kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf - Submitted Version Download (102kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (317kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Pengembangan pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta selama pandemi Covid
19 mengalami penurunan dan hambatan., hal tersebut disebabkan oleh berbagai
faktor salah satunya adalah jaringan aktor yang belum optimal. Penelitian ini
bertujuan untuk 1) mengidentifikasi aktor yang terlibat, 2) menganalisis peran
aktor, 3) menggambarkan model jaringan aktor serta 4) menganalisis faktor
pendukung dan penghambat dalam pengembangan pariwisata di Daerah Istimewa
Yogyakarta selama pandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian
Deskriptif-Kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui Wawancara,
Oberservasi serta Dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1)
terdapat aktor primer yaitu Dinas Pariwisata DIY dan Dinas Kabupaten/Kota di
Yogyakarta, Aktor sekunder yaitu Satgas Covid-19 DIY, Aktor tersier Akademisi,
DPD GIPI DIY, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Biro Perekonomian, BAPPEDA,
BPKA, Inspektorat DIY, Media, Pokdarwis, Pelaku Usaha, Otoritas Jasa Keuangan
DIY dan Bank Indonesia DIY. Aktor kwarter yang ditemukan adalah masyarakat
pasif. 2) Policy Creator yang ditemukan adalah Dinas Pariwisata DIY, Fasilitator
yang ada yaitu Dinas Pariwisata DIY, Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota di DIY,
Dinas Kesehatan DIY, DPD GIPI DIY, Satpol PP, Biro Perekomonian DIY,
BAPPEDA, BPKA, Inspektorat DIY, Akademisi, Media, OJK dan Bank Indonesia.
Implementor yang ada yaitu seluruh aktor yang terlibat. Akselerator yang
ditermukan adalah Satgas Covid-19 DIY, Dinas Kesehatan DIY, Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota di Yogyakarta serta Akademisi. 3) Model jaringan aktor yang
terbentuk adalah HexaHelix yang terdiri dari Pemerintah, Akademisi, Media,
Pelaku Usaha, Komunitas dan Lembaga Keuangan. 4) Faktor pendukung yang ada
yaitu komunikasi serta koordinasi dan yang menjadi faktor penghambat adalah
regulasi yang terus berubah-ubah.
Kata Kunci: Jaringan Aktor, Kebijakan Publik, Pengembangan Pariwisata, Hexa Helix
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Master Program in Public Administration |
| Depositing User: | Rusmanto MAP |
| Date Deposited: | 07 May 2026 01:25 |
| Last Modified: | 07 May 2026 01:25 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/50447 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
