Majiid, Shofina Laila and Setiadi, Agus and setiyawan, Hery (2026) ANALISIS RISIKO PRODUKSI TEPUNG TAPIOKA PADA CV HARUM MEKAR KABUPATEN PATI. Undergraduate thesis, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro.
|
Text
Bagian 1_Skripsi_Shofina Laila Majiid_23020322140090_Distribusi-1-12.pdf Download (443kB) |
|
|
Text
Bagian 2_Skripsi_Shofina Laila Majiid_23020322140090_Distribusi-13-18.pdf Download (242kB) |
|
|
Text
Bagian 3_Skripsi_Shofina Laila Majiid_23020322140090_Distribusi-19-27.pdf Restricted to Repository staff only Download (276kB) | Request a copy |
|
|
Text
Bagian 4_Skripsi_Shofina Laila Majiid_23020322140090_Distribusi-28-41.pdf Restricted to Repository staff only Download (394kB) | Request a copy |
|
|
Text
Bagian 5_Skripsi_Shofina Laila Majiid_23020322140090_Distribusi-42-92.pdf Restricted to Repository staff only Download (511kB) | Request a copy |
|
|
Text
Bagian 6_Skripsi_Shofina Laila Majiid_23020322140090_Distribusi-93-96.pdf Download (236kB) |
|
|
Text
Bagian 7_Skripsi_Shofina Laila Majiid_23020322140090_Distribusi-97-128.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Produksi tepung tapioka di CV Harum Mekar mengalami fluktuasi. Kondisi ini menyebabkan kerugian
sehingga perusahaan perlu menangani risiko yang terjadi. .Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat
risiko, menganalisis kejadian dan sumber risiko produksi serta untuk menganalisis strategi mitigasi yang efektif
untuk menangani risiko dalam proses produksi tepung tapioka di CV Harum Mekar. Penelitian dilaksanakan
pada bulan September-Oktober 2025 di CV Harum Mekar. Penentuan lokasi dilakukan dengan sengaja
(purposive) berdasarkan pertimbangan bahwa perusahaan bergerak di sektor agribisnis. Metode penelitian yang
digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kuantitatif. Metode penentuan sampel menggunakan
purposive responden terdiri dari 7 key informant. Analisis data menggunakan koefisien varians (KV) dan House
of Risk (HOR). Hasil yaitu tingkat risiko di CV Harum Mekar tergolong sangat tinggi dengan nilai KV 39,88%.
HOR Fase 1 mengindikasikan terdapat 15 kejadian risiko dan 22 sumber risiko. Prioritas sumber risiko yang
diperoleh yaitu kurang ketelitian pekerja pengemasan dan penyimpanan, perubahan iklim, harga singkong
terlalu tinggi, atap gudang penyimpanan bocor, jumlah air kurang optimal saat proses ekstraksi, frekuensi
pergantian air intensif, mata parut kurang rapat, supply tepung yang tidak imbang dengan suhu flash dryer,
jumlah air terlalu banyak saat proses separasi dan tepung yang jatuh di lantai dikemas kembali. Strategi
penanganan risiko diperoleh 12 strategi dengan 5 strategi prioritas yaitu pelatihan Standar Operasional
Prosedur (SOP) di setiap bidang pada pegawai secara lebih intensif, pengawasan yang lebih teliti pada setiap
tahap produksi, pelatihan SOP mesin pada pegawai secara lebih intensif, membuat jadwal perawatan gudang
dan pergantian mesin serta membuat kontrak dengan petani singkong.
Kata kunci: HOR, koefisien variasi, risiko produksi, tepung tapioka
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | HOR, koefisien variasi, risiko produksi, tepung tapioka |
| Subjects: | Animal and Agricultural Sciences |
| Divisions: | Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Agribusiness |
| Depositing User: | User Agribisnis |
| Date Deposited: | 17 Jul 2026 02:23 |
| Last Modified: | 17 Jul 2026 02:23 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/50035 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
