NUGROHO, MOHAMMAD SHANDY and Wijaningsih, Dyah and Natalis, Aga (2026) PEMBERDAYAAN PEREMPUAN KEPALA KELUARGA MELALUI PENDIDIKAN HUKUM: ANALISIS KONSTRUKSI HUKUM, DAMPAK SOSIAL, DAN PERAN PARALEGAL KOMUNITAS PEKKA DALAM MEWUJUDKAN KESETARAAN GENDER. _001 Humas 2026. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.
|
Text
MOHAMMAD SHANDY NUGROHO_COVER.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
MOHAMMAD SHANDY NUGROHO_ABSTRAK.pdf Download (817kB) |
|
|
Text
MOHAMMAD SHANDY NUGROHO_BAB I.pdf Restricted to Repository staff only Download (123kB) |
|
|
Text
MOHAMMAD SHANDY NUGROHO_BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (262kB) |
|
|
Text
MOHAMMAD SHANDY NUGROHO_BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (278kB) |
|
|
Text
MOHAMMAD SHANDY NUGROHO_BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (425kB) |
|
|
Text
MOHAMMAD SHANDY NUGROHO_DAFPUS.pdf Download (116kB) |
|
|
Text
MOHAMMAD SHANDY NUGROHO_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (160kB) |
Abstract
Perempuan kepala keluarga di Indonesia sering kali menghadapi kerentanan ganda akibat kemiskinan struktural dan konstruksi hukum yang bias gender, khususnya dalam Undang-Undang Perkawinan yang menempatkan laki-laki sebagai satu satunya kepala keluarga. Berdasarkan permasalahan di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tentang pentingnya pendidikan hukum bagi perempuan kepala keluarga, membongkar konstruksi hukum kepala keluarga dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang perkawinan yang berdampak pada ketidak setaraan gender, dan mengidentifikasi urgensi peran pendidikan hukum bagi perempuan kepala keluarga dalam meningkatkan kapasitas mereka untuk memahami hak dan kewajiban hukum dan juga prosedur akses ke layanan hukum.
Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah penelitian hukum integratif yang menggunakan pendekatan feminist. Metode dipilih karena hukum tidak dapat berdiri sendiri dalam menyelesaikan persoalan ketidakadilan gender, sehingga perlu diintegrasikan dengan perspektif ilmu feminist.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan hukum di PEKKA dijalankan sebagai intervensi struktural yang sistematis melalui dua pilar utama: kurikulum berbasis penyadaran kritis (critical consciousness) dengan metode andragogi, dan pelembagaan peran melalui SOP Alur Pendampingan yang ketat. Penelitian ini menemukan bahwa dampak pendidikan hukum bervariasi tergantung pada struktur relasi kuasa domestik anggota. Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan hukum berhasil mentransformasi perempuan kepala keluarga dari objek hukum yang pasif menjadi subjek hukum yang memiliki agensi (kemandirian) untuk mengakses identitas hukum, perlindungan sosial, dan keadilan.
Kata Kunci: Pendidikan Hukum, Perempuan Kepala Keluarga, Kesetaraan Gender, Konstruksi Hukum, Penyadaran Kritis.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pendidikan Hukum, Perempuan Kepala Keluarga, Kesetaraan Gender, Konstruksi Hukum, Penyadaran Kritis. |
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law |
| Depositing User: | Mr Perpus FH1 |
| Date Deposited: | 14 Apr 2026 04:56 |
| Last Modified: | 14 Apr 2026 04:56 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/49039 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
